Pemerintah Siapkan Lahan Strategis untuk Perumahan Rakyat

- Senin, 06 April 2026 | 23:50 WIB
Pemerintah Siapkan Lahan Strategis untuk Perumahan Rakyat

JAKARTA – Akses terhadap hunian layak, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, bakal diperluas. Caranya? Pemerintah berencana membuka kawasan-kawasan strategis untuk pembangunan perumahan rakyat. Ini bukan wacana baru, tapi kali ini ada dorongan langsung dari pucuk pimpinan.

Usai menerima arahan dari Presiden Prabowo Subianto, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan kesiapannya. Arahan presiden jelas: lahan-lahan negara di lokasi premium harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan publik.

“Dan utamanya di daerah strategis,” ucap Maruarar, yang akrab disapa Ara, di Istana Negara, Senin (6/4/2026).

“Tadi arahan Bapak Presiden Prabowo untuk Pak Nusron, Menteri ATR agar mempersiapkan lahan-lahan untuk perumahan dengan cepat. Untuk pembiayaan dan pembangunannya oleh Danantara,” tambahnya.

Menurut Ara, ini merupakan perintah langsung. Titik. “Yang pasti tanah negara itu arahan Presiden Prabowo digunakan untuk kepentingan negara dan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Lalu, bagaimana eksekusinya? Ternyata, proses penyisiran lahan potensial sudah dimulai. Pemerintah bersama jajaran BUMN sedang mengidentifikasi sejumlah titik, termasuk di kawasan sibuk seperti Tanah Abang di Jakarta dan beberapa lokasi di Kota Bandung. Intinya, kata Ara, bagaimana caranya aset-aset negara itu bisa dikelola untuk menjawab kebutuhan perumahan.

Sebagai langkah konkret, proyek percontohan sudah berjalan. Di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, pembangunan sekitar 324 unit rumah sedang dikebut. Targetnya selesai dua bulan lagi, tepatnya 15 Juni 2026.

“Kalau yang di Senen itu akan jadi 15 Juni berarti 2 bulan lagi,” jelas Ara.

Itu belum semuanya. Masih ada tambahan sekitar 500 unit hunian lagi yang disiapkan oleh KAI di Jakarta. Sementara untuk Bandung, rencananya persiapan akan dimulai pada akhir bulan ini. Jika dijumlah, total unit yang sedang dan akan segera dibangun mencapai 824 unit.

Upaya ini, meski terlihat fokus pada angka, punya tujuan yang lebih besar: menempatkan rakyat di pusat kota, di lokasi yang selama ini mungkin terasa jauh dari jangkauan. Waktulah yang akan membuktikan konsistensi program ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar