Gibran Soroti Pentingnya Modernisasi Alat untuk Dukung Petani Muda di Kupang

- Selasa, 07 April 2026 | 01:30 WIB
Gibran Soroti Pentingnya Modernisasi Alat untuk Dukung Petani Muda di Kupang

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambangi Taman Agroeduwisata GMIT Tarus di Desa Mata Air, Kabupaten Kupang, pada Senin lalu. Kunjungan ini jadi momen baginya untuk bertemu dan ngobrol langsung dengan para petani muda yang mengelola kawasan tersebut.

Gibran terlihat antusias. Ia mengapresiasi model pengelolaan yang berhasil menarik minat generasi milenial untuk turun ke sawah dan kebun. Menurutnya, melibatkan anak muda dalam pertanian adalah langkah yang sangat penting untuk masa depan.

"Yang paling saya senang di sini melibatkan anak-anak muda," ujar Gibran.

Namun begitu, ia juga menyoroti sebuah tantangan klasik. Modernisasi alat pertanian, menurut Wapres, adalah kunci untuk mencegah kerugian. Bayangkan saja, hasil panen yang melimpah bisa sia-sia kalau alat yang digunakan masih tradisional.

"Kita tidak ingin hasil panen yang sudah melimpah itu terbuang karena alat-alatnya belum modern. Jadi, kita gak mau ini teman-teman dari kelompok tani, teman-teman milenial sudah bekerja keras pagi siang malam tapi hasil panennya malah rusak atau terbuang karena masih menggunakan alat-alat manual," ujar Wakil Presiden.

"Akan kita bantu dengan alat-alat yang lebih modern untuk peningkatan produksi panen dan juga lebih memudahkan teman-teman ini bekerja," tambahnya.

Di sisi lain, Gibran menitip pesan agar konsistensi dijaga. Kawasan agroeduwisata ini bukan sekadar proyek seremonial, tapi punya peran nyata dalam rantai pasok pangan. Ia melihat sendiri hasil panen dari sini sudah disalurkan ke MBG.

"Saya titip agar ini tetap fokus di kegiatan yang positif ini. Tadi saya lihat hasil panen sudah di suplay untuk MBG. Jadi untuk offtaker-nya sudah jelas ya nanti digunakan untuk MBG. Nanti kita akan tambah untuk alat-alatnya sesuai kebutuhan," tandasnya.

Kunjungan singkat itu, meski padat, meninggalkan kesan mendalam. Bukan cuma soal janji bantuan alat, tapi lebih pada pengakuan bahwa pertanian modern butuh semangat baru dari tangan-tangan muda.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar