Pedagang daging sapi di Jabodetabek baru saja mogok berjualan. Aksi itu berlangsung tiga hari, dari Kamis sampai Sabtu. Menanggapi hal ini, Menteri Pertanian Amran Sulaiman langsung turun tangan. Dia berjanji akan menelusuri laporan dan tak segan menindak siapa pun yang ketahuan main-main dengan harga.
Lantas, apa pemicunya? Menurut Wahyu Purnama, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Jakarta, salah satu biang keroknya adalah harga sapi timbang hidup dari feedloter yang dinilai kelewat tinggi. Itu yang bikin para pedagang angkat kaki.
Dengan temuan awal itu, Amran sudah ancang-ancang. "Hampir pasti izinnya aku cabut kalau dia coba-coba main-main. Aku yang cabut," tegasnya.
Namun begitu, ceritanya ternyata tak sesederhana itu. Dari pihak feedloter sendiri, ada pengakuan lain yang disampaikan ke Amran. Mereka bilang, harga jual ke pedagang dan Rumah Potong Hewan (RPH) sebenarnya masih di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP).
Nah, karena ada dua klaim yang berbeda, Amran memutuskan untuk melibatkan Satgas Pangan. Tujuannya jelas: untuk mengusut tuntas siapa sebenarnya yang bermain di balik layar. "Kami sudah suruh cek. Siapa yang bermain? Apakah penggemukannya? Atau distributornya atau siapa? Satgas kami sudah minta langsung turun cek dan pasti ketemu nanti," ujar Amran penuh keyakinan.
Untungnya, situasi perlahan mulai mencair. Amran menyebut bahwa asosiasi pedagang sudah sepakat untuk kembali berjualan, meski waktu pastinya belum dirinci. "Tadi malam sudah ketemu, sudah sepakat jual lagi," katanya.
Artikel Terkait
Saham Lippo Karawaci Melesat 30%, Transaksi Tembus Rp661 Miliar
IHSG Tergelincir dari Level 9.000, Saham-Saham Ini Justru Melonjak Tajam
Industri Tapioka Terkapar: Kapasitas Pabrik Menganggur, Impor Masih Mengalir
Saham DAAZ Melonjak 21%, Siapa Dalang di Balik Raksasa Komoditas Ini?