Modernisasi 1.582 Kapal Nelayan: Arahan Presiden Prabowo untuk Swasembada Pangan
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung untuk melakukan modernisasi kapal tangkap nelayan di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan swasembada pangan pemerintah.
Target Modernisasi Kapal Nelayan Indonesia
Dalam arahan presiden, disebutkan target sebanyak 1.582 kapal nelayan akan dimodernisasi. Trenggono menegaskan bahwa pihak KKP akan memberikan dukungan penuh untuk memperbarui alat produksi yang selama ini masih mengandalkan kapal-kapal tradisional.
Manfaat Modernisasi Kapal Perikanan
Program modernisasi kapal nelayan ini bertujuan untuk meningkatkan standar perikanan Indonesia. Kapal modern diharapkan dapat menghasilkan produk yang lebih higienis dan berkualitas setara dengan produksi negara-negara lain. Pembaruan teknologi ini juga akan mendukung peningkatan produktivitas sektor perikanan nasional.
Penguatan Armada Pengawasan Perikanan
Selain modernisasi kapal nelayan, KKP juga berencana melakukan pengadaan kapal pengawasan perikanan melalui berbagai skema, termasuk program Koperasi Desa Merah Putih dan kerja sama luar negeri. Saat ini, jumlah kapal pengawas yang dimiliki pemerintah hanya 29 unit di seluruh Indonesia, jauh dari kondisi ideal yang membutuhkan 70 unit.
Trenggono menambahkan bahwa kapal pengawas yang ada saat ini juga masih tertinggal dari sisi teknologi. Pemerintah berharap dapat memenuhi kebutuhan pengawasan dari Sabang sampai Merauke dengan kapal berteknologi memadai untuk optimalisasi pengelolaan sumber daya kelautan Indonesia.
Artikel Terkait
Debitur Alihkan Jaminan Fidusia Tanpa Izin, PT MNC Guna Usaha Indonesia Tempuh Jalur Hukum
Telkom Resmi Terbitkan Laporan Keberlanjutan 2025, Perkuat Integrasi ESG dan Transisi Rendah Karbon
OJK: Mayoritas Indikator Aksesibilitas Pasar Modal Indonesia Kokoh, Dua Kriteria Masih Perlu Perbaikan
MPIX Akuisisi 60% Saham Mobile Coin Asia Senilai Rp28,7 Miliar untuk Masuk Bisnis Jasa Pembayaran