Vance Peringatkan Israel Jangan Serang Satu-satunya Sekutu Kuat yang Tersisa

- Jumat, 19 Juni 2026 | 13:00 WIB
Vance Peringatkan Israel Jangan Serang Satu-satunya Sekutu Kuat yang Tersisa

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Israel agar mematuhi kesepakatan damai yang telah dirintis Washington dengan Iran. Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan banyak pihak, Vance mengingatkan bahwa Amerika Serikat merupakan satu-satunya sekutu utama Israel yang tersisa di panggung internasional.

“Jika saya berada di kabinet pemerintah Israel, saya tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuatnya yang tersisa di seluruh dunia,” ujar Vance dalam konferensi pers, sebagaimana dikutip dari pemberitaan media asing pada Jumat (19/6/2026).

Pernyataan tersebut menandai semakin nyatanya keretakan hubungan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dengan kepemimpinan Israel. Padahal, kedua negara sebelumnya bersama-sama melancarkan operasi militer terhadap Iran pada Februari lalu. Namun, dinamika berubah drastis setelah Trump mendorong jalur diplomasi dengan Teheran.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru menginginkan kelanjutan serangan terhadap kelompok militan Hizbullah, sekutu utama Iran yang berbasis di Lebanon. Perbedaan kepentingan ini menjadi sumber utama ketegangan antara kedua sekutu lama tersebut.

Nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran yang resmi ditandatangani pekan ini mewajibkan Israel untuk menghentikan seluruh serangan rudalnya di Lebanon. Sebagai imbalan, Iran setuju membuka kembali Selat Hormuz dan berkomitmen untuk tidak memproduksi senjata nuklir. Kesepakatan itu juga mencakup pencabutan sanksi terhadap minyak Iran serta pengembalian dana Iran yang sebelumnya dibekukan di luar negeri.

Hingga saat ini, Netanyahu belum memberikan tanggapan publik terhadap kesepakatan tersebut. Namun, media-media Israel yang dikenal dekat dengan pemerintahannya justru melancarkan kritik tajam terhadap Trump dan timnya. Dua utusan khusus Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dituduh telah mengkhianati Israel demi keuntungan finansial.

Menanggapi gelombang kritik itu, Vance kembali menegaskan sikapnya. “Siapa pun di Israel yang berpikir masalah terbesar mereka adalah Presiden Amerika Serikat perlu bangun dan menyadari realita yang ada,” ujarnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar