11 Kapal Tanker Iran Tembus Blokade AS Setelah Kedua Negara Capai Kesepakatan Damai

- Kamis, 18 Juni 2026 | 11:20 WIB
11 Kapal Tanker Iran Tembus Blokade AS Setelah Kedua Negara Capai Kesepakatan Damai

Sebanyak 11 kapal tanker milik Iran berhasil menembus blokade angkatan laut Amerika Serikat setelah kedua negara mencapai kesepakatan damai. Peristiwa ini menandai babak baru dalam hubungan dua negara yang sebelumnya terlibat ketegangan militer selama berbulan-bulan.

Menurut laporan media Iran, Press TV, delapan kapal telah berlayar melintasi perairan internasional dari perairan teritorial Iran. Sementara itu, tiga kapal lainnya berhasil memasuki perairan Iran setelah blokade AS dicabut berdasarkan kesepakatan bilateral. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pejabat pemerintah Iran yang mengetahui langsung perkembangan ini.

Blokade laut terhadap Iran mulai diberlakukan oleh Amerika Serikat pada bulan April lalu. Kebijakan itu diambil di tengah berlangsungnya negosiasi untuk menghentikan perang antara kedua negara yang telah berlangsung selama beberapa waktu.

Pada Rabu malam waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah menandatangani nota kesepahaman perjanjian damai dengan Iran. Penandatanganan dilakukan di Istana Versailles, Prancis, dan disaksikan langsung oleh Presiden Emmanuel Macron. Nota kesepahaman tersebut menjadi pintu masuk menuju perundingan damai sesungguhnya yang akan berlangsung dalam rentang waktu 60 hari ke depan.

Negosiasi nantinya akan membahas sejumlah isu krusial, termasuk program nuklir dan rudal Iran, serta hal-hal sensitif lainnya yang selama ini menjadi sumber ketegangan. Pemerintah Iran juga telah mengonfirmasi penandatanganan dokumen kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat.

“Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, seperti dikutip oleh kantor berita Iran, IRNA.

Baqaei menambahkan bahwa penandatanganan telah dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua presiden. Menurutnya, upacara resmi “tidak banyak memiliki tempat” dalam rencana Iran, menekankan pendekatan pragmatis yang diambil Teheran dalam proses diplomasi ini.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar