Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisinya di kancah pendidikan vokasi global dengan menjalin kerja sama akademik bersama Guangxi Modern Polytechnic College (GMPC) asal Tiongkok. Langkah ini diwujudkan melalui seminar daring bertajuk Co-construction of Majors and Curriculum Standards yang digelar pada Rabu, 17 Juni 2026. Forum tersebut menjadi ajang bagi pimpinan dan perwakilan akademik kedua institusi untuk merumuskan agenda kolaborasi yang lebih konkret.
Seminar yang difasilitasi oleh Hope Overseas Economic Cooperation (Wuhan) Co., Ltd. ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, melainkan juga pijakan awal bagi PNUP untuk memperluas jejaring internasional. Fokus utama kerja sama ini diarahkan pada pengembangan kurikulum bersama, penyetaraan kredit, serta pembukaan peluang magang industri bagi mahasiswa di tingkat global. Direktur PNUP, Prof. Rusdi Nur, menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara merupakan kunci vital dalam mencetak lulusan yang memiliki daya saing di pasar kerja internasional.
“Kerja sama dengan institusi pendidikan dan industri di Tiongkok dapat memperkuat kualitas pendidikan vokasi serta membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen,” ujar Prof. Rusdi Nur dalam forum tersebut.
Dalam diskusi yang berlangsung, kedua belah pihak membahas sejumlah agenda strategis. Pembahasan mencakup penyelarasan profil lulusan, tujuan pendidikan, penyetaraan kurikulum, pengakuan kredit, hingga pengembangan pembelajaran praktik yang relevan dengan kebutuhan industri. Salah satu model kolaborasi yang menjadi sorotan adalah program 1 1 1, yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar lintas negara kepada mahasiswa.
Skema program 1 1 1 ini melibatkan Program Studi D3 Teknik Mesin dan Program Studi D3 Analisis Kimia PNUP bersama program studi terkait di GMPC. Melalui skema tersebut, mahasiswa tidak hanya akan mendapatkan pengalaman akademik, tetapi juga pemahaman mendalam tentang standar kerja, teknologi, dan budaya industri internasional. Program ini mencakup penyelarasan kurikulum, pengakuan kredit, pembelajaran bersama, serta penguatan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan industri global.
Di sisi lain, kerja sama ini juga membuka peluang bagi mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian terapan, sertifikasi kompetensi internasional, serta kolaborasi langsung dengan dunia industri. PNUP, yang saat ini menaungi lebih dari 7.700 mahasiswa dan didukung oleh 353 dosen serta 22 profesor, terus berupaya memperluas kerja sama internasional. Kampus vokasi yang berdiri sejak 1987 dan menjadi institusi mandiri pada 1996 itu menyelenggarakan 40 program studi pada tujuh jurusan.
Dalam pertemuan tersebut, PNUP menyatakan harapannya agar kerja sama dengan GMPC dapat segera diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kesepakatan itu diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang. Delegasi PNUP dalam kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Prof. Rusdi Nur, didampingi oleh sejumlah pimpinan akademik, ketua jurusan, koordinator program studi, serta Kepala Kantor Urusan Internasional PNUP.
Sementara itu, delegasi GMPC dipimpin oleh Wakil Presiden Cen Hua, bersama perwakilan dari School of International Education, School of Mechanical and Electrical Engineering, School of Intelligent Metallurgy, serta program studi terkait. Melalui kerja sama ini, PNUP dan GMPC menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Tiongkok. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan lulusan vokasi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap bersaing di pasar kerja internasional.
Artikel Terkait
Pemerintah Salurkan Bantuan Pascabencana Hampir Rp1 Triliun ke 10 Kabupaten di Sumatra
Polisi Tangkap Dua Kurir Ganja di Kontrakan Koja, Sita Lima Paket Siap Edar
Wakil Ketua Komisi X DPR Ingatkan Anggaran Makan Bergizi Gratis Jangan Ganggu Kebutuhan Dasar Pendidikan
Perusahaan Rintisan Jerman Photreon Ciptakan Panel Surya yang Hasilkan Hidrogen Hijau Langsung dari Udara dan Sinar Matahari