Stabilisasi Rupiah Jadi Kunci Pemulihan IHSG, DBS Revisi Target Akhir 2026 ke 8.000

- Kamis, 18 Juni 2026 | 11:35 WIB
Stabilisasi Rupiah Jadi Kunci Pemulihan IHSG, DBS Revisi Target Akhir 2026 ke 8.000

Stabilisasi nilai tukar rupiah dinilai menjadi faktor kunci yang dapat mendorong pemulihan valuasi saham Indonesia, seiring mata uang domestik memegang peranan penting dalam memengaruhi sentimen pasar keuangan. Analis DBS dalam laporan risetnya mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah dan pasar saham selama ini dipicu oleh kekhawatiran atas penyempitan surplus perdagangan, tingginya harga minyak, serta penerapan skema ekspor baru di Indonesia. Namun, beberapa faktor mulai menunjukkan potensi perbaikan, seperti penurunan harga minyak, meredanya ketegangan geopolitik, dan dukungan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang dinilai dapat membantu menjaga stabilitas rupiah.

Meskipun terdapat prospek perbaikan, DBS tetap merevisi proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk akhir 2026 menjadi 8.000, turun signifikan dari estimasi sebelumnya yang sebesar 9.500. Langkah ini mencerminkan masih adanya ketidakpastian yang dipengaruhi oleh pelemahan rupiah. Sementara itu, nilai tukar rupiah diperdagangkan di kisaran Rp17.850 per dolar Amerika Serikat pada Rabu, relatif stabil dibandingkan sesi sebelumnya, saat pelaku pasar menanti keputusan suku bunga BI yang diumumkan siang ini.

Bank Indonesia diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, melanjutkan pengetatan kumulatif yang telah mencapai 75 basis poin sejak Mei. Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung stabilitas rupiah sekaligus memperkuat ekspektasi inflasi. Di sisi lain, kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi menekan permintaan domestik karena meningkatkan biaya pinjaman. Dari sektor fiskal, pemerintah memangkas anggaran program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar Rp67 triliun seiring Presiden Prabowo Subianto mendorong efisiensi anggaran.

Dari eksternal, dolar Amerika Serikat tetap menguat setelah The Federal Reserve mempertahankan suku bunga, namun memberi sinyal meningkatnya dukungan untuk kenaikan suku bunga pada tahun ini. Kondisi tersebut membatasi ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Di sisi lain, investor pasar saham domestik cenderung mengambil sikap hati-hati menjelang sejumlah agenda penting yang berpotensi memengaruhi arah IHSG dalam waktu dekat.

Phintraco Sekuritas menyebut beberapa agenda yang menjadi perhatian pasar, mulai dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini, Kamis (18/6/2026), evaluasi Global Market Accessibility Review MSCI pada Jumat (19/6), rebalancing indeks FTSE pada Jumat (19/6), hingga MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni. Disclaimer: Keputusan pembelian atau penjualan saham sepenuhnya berada di tangan investor.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar