Operasi Ketupat Musi 2026 akhirnya resmi dimulai. Di halaman Griya Agung Palembang, sekitar seribu personel gabungan berkumpul dalam sebuah apel gelar pasukan yang khidmat. Acara ini jadi penanda kesiapan mereka. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho, dengan tegas menyatakan bahwa operasi tahun ini jauh lebih dari sekadar rutinitas pengamanan tahunan.
Bagi Sandi, ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Kehadiran yang punya tujuan jelas: melindungi dan melayani para pemudik agar selamat sampai tujuan dan setiap keluarga bisa merayakan Idulfitri dengan tenang.
"Operasi Ketupat Musi 2026 bukan sekadar operasi kepolisian. Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan setiap pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan setiap keluarga dapat merayakan Idulfitri dengan tenang," ujar Sandi, Kamis lalu.
Nada serupa juga disampaikan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya. Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang sudah disiapkan.
"Kami telah menyiapkan pos pelayanan di sepanjang jalur mudik. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi petugas kami. Mudik aman adalah tanggung jawab bersama," kata Nandang.
Apel tersebut sendiri dipimpin langsung oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru, yang membacakan amanat Kapolri. Intinya, apel ini adalah pengecekan akhir. Semua harus benar-benar siap, mengingat lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan bakal sangat besar. Survei Kemenhub bahkan memprediksi angka nasionalnya mencapai 143,9 juta orang. Angka yang fantastis dan menuntut kesiapan ekstra.
Untuk mengantisipasinya, Polda Sumsel mengerahkan total 2.361 personel. Mereka akan disebar di titik-titik strategis. Tak cuma itu, sebanyak 73 pos juga dibentuk terdiri dari pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu yang tersebar di jalur utama mudik, tempat ibadah, hingga pusat keramaian.
Strateginya pun dibuat komprehensif. Mulai dari rekayasa lalu lintas, sistem satu arah, contraflow, sampai kemungkinan penerapan ganjil-genap di ruas tertentu. Pengamanan juga diperluas, tidak hanya di jalan raya. Kawasan vital, pusat perbelanjaan, lokasi wisata, bahkan jalur perairan akan mendapat pengawasan ketat. Sinergi antar satuan dalam kepolisian, juga dengan TNI dan pemda, ditegaskan kembali.
Dalam acara itu, hadir pula Wakapolda Brigjen Rony Samtana beserta jajaran Forkopimda. Kehadiran mereka memperlihatkan kolaborasi yang solid antarinstansi.
Operasi yang mengusung semangat "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" ini direncanakan berjalan selama 13 hari, dari 13 hingga 25 Maret 2026. Selama itu, seluruh personel akan berjaga penuh. Harapannya satu: masyarakat bisa mudik dan merayakan hari raya dengan rasa aman, nyaman, dan tentu saja, bahagia.
Artikel Terkait
Pelita Jaya Kokoh di Puncak Klasemen IBL Usai Hajar RANS Simba 87-58
AC Milan vs Juventus Imbang 0-0, Persaingan Tiket Liga Champions Makin Ketat
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 14 Orang, Gencatan Senjata dengan Hizbullah Kembali Terancam
Kiandra Ramadhipa Menang Perdana di Red Bull Rookie Cup Usai Manuver Lap Terakhir dari Posisi 17