Target merger BUMN Karya kembali bergeser. Kali ini, PT Hutama Karya (Persero) memperkirakan proses penggabungan badan usaha milik negara di sektor konstruksi itu baru akan tuntas di penghujung 2026. Proyeksi ini muncul setelah sebelumnya ada harapan merger bisa selesai lebih cepat.
Menurut Hamdani, Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, saat ini semuanya masih menunggu. Tunggu apa? Restrukturisasi keuangan para anggota holding BUMN Karya harus beres dulu. Itu kuncinya. Karena proses restrukturisasi ini, target konsolidasi keuangan di kuartal I-2026 yang dicanangkan Danantara pun ikut meleset.
“Secara timeline, kemungkinan restrukturisasi ini bisa kami harapkan selesai sekitar pertengahan tahun,” ujar Hamdani dalam sebuah media briefing di Jakarta, Kamis lalu.
“Jadi, mulai pertengahan tahun proses integrasinya dimulai dan diharapkan selesai di akhir tahun,” tambahnya.
Di sisi lain, untuk mendukung proses yang ditargetkan rampung di semester kedua 2026 itu, sebuah Project Management Office (PMO) sudah dibentuk. Lewat PMO ini, Hutama Karya dan entitas lainnya akan menyelaraskan banyak hal. Mulai dari sistem, operasional, sampai urusan sumber daya manusia. Semua harus disinkronisasi.
Hamdani juga mengakui, isu kesehatan keuangan BUMN Karya memang masih jadi tantangan besar. Itulah mengapa pemerintah memilih fokus ke restrukturisasi dulu. Baru setelah laporan keuangannya menunjukkan perbaikan, penyatuan bisnis dalam satu grup bisa dilakukan.
Artikel Terkait
Lebaran Betawi 2026 Tetap Digelar di Lapangan Banteng, Wadah Silaturahmi Pasca-Idulfitri
Banten Jemput Bola Terbitkan NIB Gratis untuk Stabilkan Harga Minyakita
Operasi Penyelamatan AS Gagal Temukan Pilot Pesawat yang Diklaim Ditembak Iran
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor