Sari Roti Ekspansi ke Industri Pakan Ternak, Manfaatkan Roti Sisa Produksi

- Sabtu, 04 April 2026 | 02:30 WIB
Sari Roti Ekspansi ke Industri Pakan Ternak, Manfaatkan Roti Sisa Produksi

Jakarta - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, atau yang lebih dikenal sebagai produsen Sari Roti (ROTI), punya rencana baru yang cukup menarik. Perusahaan ini tak cuma mau bertahan di bisnis roti dan kue. Mereka sedang bersiap untuk melangkah ke bidang lain: industri pakan hewan.

Kalau dilihat dari kode usahanya, mereka akan masuk ke KBLI 10801, alias industri ransum makanan hewan. Artinya, ke depan ROTI bisa saja memproduksi pakan untuk ternak, unggas, ikan, dan hewan peliharaan lainnya. Yang menarik, ide ini muncul dari keinginan untuk memanfaatkan sisa produksi. Roti-roti yang tidak laku terjual rencananya akan diolah kembali menjadi tepung pakan ternak.

Menurut penjelasan manajemen perusahaan, langkah ini adalah upaya menciptakan nilai tambah.

"Perseroan saat ini bergerak di bidang usaha industri produk roti dan kue, kemudian berencana untuk meningkatkan kinerjanya dengan menambahkan kegiatan usaha berupa Industri ransum makanan hewan. Perseroan menciptakan nilai tambah dengan memanfaatkan roti sisa hasil produksi dan tidak terjual untuk menghasilkan produk tepung pakan ternak,"

Jadi, selain mengurangi limbah, mereka juga membuka keran pendapatan baru. Cukar cerdas, bukan?

Nantinya, produksi tepung pakan ini akan dilakukan sendiri. ROTI akan membangun fasilitas pabrik khusus, didukung tenaga kerja yang mumpuni dan tentu saja, pasokan bahan baku dari roti sisa tadi. Manajemen menegaskan, ekspansi ini sama sekali tidak akan mengganggu operasional utama mereka. Justru sebaliknya, diharapkan bisa mendongkrak efisiensi secara keseluruhan.

Namun begitu, sebelum semua itu berjalan, ada sejumlah proses yang harus dilalui. Dari sisi regulasi, perusahaan harus mengantongi izin usaha dari Kementerian Perindustrian RI. Targetnya, perizinan ini rampung pada 2026. Komitmen mereka jelas: izin harus sudah di tangan sebelum bisnis baru ini dioperasikan.

Lalu, seberapa besar kontribusinya? Proyeksi awal menyebutkan, bisnis pakan ternak ini diperkirakan akan menyumbang sekitar 1,1% dari total pendapatan Perseroan di tahun 2025. Angka yang mungkin belum besar, tapi ini adalah langkah awal yang strategis.

"Proyeksi kontribusi pendapatan dari bidang usaha Industri Ransum Makanan Hewan tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 1,1% dari pendapatan Perseroan di tahun 2025 sebelum penambahan kegiatan usaha,"

Untuk mewujudkan rencana ini, ROTI tentu butuh restu dari para pemegang saham. Persetujuan akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat tersebut rencananya digelar secara virtual pada 7 April 2026 mendatang, menggunakan sistem eASY.KSEI. Sekarang, tinggal tunggu persetujuan dan proses izinnya berjalan mulus.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar