Senin pagi yang ramai di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi lokasi peninjauan mendadak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kunjungannya pada 9 Maret 2026 itu punya tujuan jelas: menguji sendiri denyut nadi usaha mikro dan menengah di tengah desas-desus melemahnya daya beli masyarakat.
Setelah berkeliling dan mengobrol dengan pedagang serta pembeli, kesan Purbaya ternyata jauh dari pesimis. Ia justru melihat suasana yang cukup berbeda dari narasi resesi yang ramai dibicarakan.
"Jadi kan banyak ekonom-ekonom yang bilang kita sudah resesi, daya beli sudah hancur. Saya pengen cek karena kalau data-data kita, ekonomi lagi bagus," ujarnya.
Purbaya menambahkan, "Harusnya kan di Tanah Abang segala macam ada pembelinya. Saya mau cek itu aja betul apa nggak. Ternyata betul, daya beli masih ada, orang masih belanja, itu pasar juga masih ramai."
Baginya, kerumunan pengunjung yang memadati lorong-lorong pasar itu adalah bukti nyata. Aktivitas konsumsi domestik, menurut penilaiannya, masih bergeliat dengan baik. Ia ingin meyakinkan semua pihak bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tidak sedang dalam kubangan krisis.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Pascabencana di Sumatera
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif sebagai Tersangka Baru Kasus Pemerasan
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun dan Rencanakan Buyback Saham
Korban Tewas Konflik Iran Capai 1.255 Jiwa, Termasuk 168 Anak di Sekolah Dasar