Rapat Kerja Nasional Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) yang digelar awal Maret lalu di Jakarta akhirnya rampung. Dari pertemuan besar itu, lahir sejumlah rekomendasi strategis. Salah satu yang paling menonjol adalah peluncuran delapan program unggulan baru.
Program-program itu dirangkum dalam sebuah konsep bernama Asta Karya. Tujuannya jelas: memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di tanah air agar lebih solid dan berkelanjutan.
Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, memaparkan bahwa Asta Karya merupakan program prioritas. "Asta Karya adalah program unggulan Gekrafs," tegasnya.
"Di dalamnya ada bagaimana IP Financing, perlindungan kekayaan intelektual, akses permodalan, regional creative hub, hingga bagaimana kita mendorong upah minimum bagi pejuang ekonomi kreatif ketika berkarya," ujar Kawendra dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/3/2026).
Ia menegaskan, semua upaya itu intinya agar para kreator mendapat penghargaan yang layak. Bukan sekadar ucapan, tapi apresiasi yang nyata.
"Jadi betul-betul dihargai, tidak sekadar ala kadarnya," tambahnya.
Di sisi lain, organisasi yang kini memasuki usia ketujuh ini terus berkembang pesat. Jumlah anggotanya, kata Kawendra, sudah nyaris menyentuh 40 ribu orang dari berbagai penjuru daerah. Tapi baginya, yang lebih penting dari sekadar angka adalah manfaat yang dirasakan anggota.
"Gekrafs harus menjadi organisasi yang memberi manfaat, bukan sekadar organisasi gaya-gayaan," tuturnya. "Tetapi organisasi yang menebar kebermanfaatan bagi para pelaku ekonomi kreatif."
Nah, hasil rakernas ini sendiri sudah dilaporkan ke berbagai pihak, mulai dari para pembina dan penasehat organisasi hingga ke level Menteri Ekonomi Kreatif. Ini dilakukan sebagai bentuk sinergi dan harapan agar rekomendasi-rekomendasi itu bisa dijalankan bersama pemerintah.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026
Lebih dari 3.000 Huntara di Aceh Timur Sudah Dihuni, Pembangunan Sisanya Dikebut
Oknum Anggota DPRD Kota Serang Dilaporkan Lakukan Pelecehan Seksual di Pandeglang
Enam Tewas dalam Kebakaran Bus di Swiss, Polisi Duga Aksi Sengaja