Kawasan Periuk di Tangerang benar-benar terendam. Genangan air yang mencapai lima meter menyapu permukiman penduduk, mengubah jalan-jalan menjadi aliran sungai yang deras. Situasi ini memaksa warga mengungsi, sementara bantuan segera dikerahkan.
Di tengah kondisi darurat itu, personel Brimob Polda Metro Jaya turun langsung ke lokasi. Mereka tak hanya membantu mengevakuasi warga yang terjebak, tetapi juga membawa serta bantuan logistik mendesak seperti makanan dan air minum.
Menurut Dansat Brimob, Kombes Pol Henik Maryanto, wilayah yang paling parah terdampak adalah RW 11 di Kelurahan Periuk.
Kehadiran mereka, kata Henik, adalah wujud nyata Polri di tengah masyarakat yang sedang kesusahan. Tujuannya jelas: memastikan penanganan pascabanjir berjalan aman dan membantu warga yang masih berjuang melawan genangan di rumah mereka.
Namun begitu, wilayah Periuk bukan satu-satunya. Operasi kemanusiaan serupa juga digelar di dua titik lain yang tak kalah parah, yaitu Perumahan Duren Villa dan Ciledug Indah di daerah Ciledug. Tim SAR Batalyon C Pelopor yang ditugaskan di sana.
Artikel Terkait
Gubernur Kalsel Soroti Relevansi Falsafah Waja Sampai Kaputing untuk Bangun Karakter Bangsa
Satgas Jembatan Laporkan 218 Jembatan Selesai, Target 7.000 Awal Tahun Depan
Kapolri Instruksikan Seluruh Kapolda Siapkan Panic Button untuk Lindungi Ojol
Satgas PRR Amankan 2.684 Meter Kubik Kayu Hanyut untuk Material Huntara Pascabencana Sumatera