Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama atau yang akrab disapa Uya Kuya, melihat ada nilai lebih dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukan cuma soal memperbaiki gizi anak-anak, program ini rupanya juga membuka lapangan kerja yang cukup luas bagi warga.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara sosialisasi MBG bersama Badan Gizi Nasional, yang digelar di Aula Masjid Raya Nurul Hidayah.
Menurut Uya, setiap dapur yang berdiri untuk program ini punya daya serap tenaga kerja yang signifikan. "Setiap dapur yang beroperasi bisa mempekerjakan sekitar 47 orang," jelasnya, Sabtu (7/3/2026).
"Bayangkan saja, kalau dalam satu kecamatan ada beberapa dapur yang jalan. Bisa puluhan, bahkan ratusan, kesempatan kerja baru yang tercipta," tambahnya.
Namun begitu, dampak ekonominya ternyata lebih menjalar. Uya Kuya memaparkan, roda perputaran uang tidak berhenti di pekerja dapur saja.
Program ini juga melibatkan banyak pelaku usaha lokal. Mulai dari petani dan peternak penyedia bahan baku, hingga para pengusaha mikro dan kecil. Mereka semua ambil bagian sebagai pemasok untuk menu-menu bergizi itu. Alhasil, ekonomi di sekitar lokasi program ikut bergerak.
Di sisi lain, Uya menekankan bahwa MBG sejatinya adalah investasi jangka panjang pemerintah untuk membangun sumber daya manusia. Pemenuhan gizi yang baik sejak dini, dalam pandangannya, adalah pondasi utama untuk mencetak generasi yang kelak lebih sehat dan tentu saja, produktif.
Acara sosialisasi itu sendiri juga dihadiri sejumlah figur lain. Sebut saja Anggota DPRD DKI Jakarta, Astrid Margareta, dan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi, Haidir.
Astrid, dalam kesempatan yang sama, sepakat dengan narasi strategis program ini.
"Ini langkah yang tepat untuk memperkuat generasi muda kita," ujarnya.
Ia menegaskan, memastikan anak-anak mendapat gizi yang cukup bukanlah pengeluaran, melainkan investasi berharga untuk masa depan bangsa.
Jadi, manfaat Program Makan Bergizi Gratis ini seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, ada upaya konkret memperbaiki kesehatan anak. Di sisi lain, ada geliat ekonomi yang digerakkan, lewat keterlibatan usaha lokal baik sebagai pemasok maupun pengelola. Dampaknya pun jadi lebih meluas ke masyarakat sekitar.
Artikel Terkait
Banjir Bandang di Kendal, Truk Pengangkut Batu Terseret Arus Kali Bodri
Persik Kediri Siap Tempur Hadapi PSM Makassar demi Jauh dari Zona Degradasi
Disnakerin Madiun Sidak Pabrik Plastik di Wonosari, Terindikasi Lagi Tahan Ijazah Karyawan
ART di Maros Curi Perhiasan dan Uang Majikan, Kabur ke Makassar