OpenAI baru saja meluncurkan fitur yang cukup menarik perhatian: ChatGPT kini bisa menebak usia penggunanya. Ini bukan sekadar tambahan teknologi biasa. Langkah ini jelas diambil sebagai respons atas kekhawatiran yang kian membesar mengenai dampak AI terhadap anak-anak dan remaja.
Menurut keterangan resmi perusahaan, fitur "prediksi usia" itu dirancang untuk mengidentifikasi pengguna yang masih di bawah umur. Tujuannya? Agar pembatasan konten dalam percakapan bisa lebih ketat dan sesuai, tentu saja.
Belakangan, OpenAI memang kerap disorot terkait pengaruh ChatGPT pada generasi muda. Ada sejumlah laporan tragis, bahkan kasus bunuh diri remaja, yang dikaitkan dengan interaksi mereka bersama chatbot tersebut. Situasinya memang cukup memprihatinkan.
Di sisi lain, kritik lain juga mengemuka. Sama seperti penyedia AI lainnya, OpenAI pernah dikecam karena ChatGPT sempat memungkinkan percakapan bernuansa seksual dengan pengguna muda. Ingat saja, pada April tahun lalu, mereka harus buru-buru menambal bug yang memungkinkan chatbot menghasilkan konten erotis untuk pengguna di bawah 18 tahun.
OpenAI sendiri menegaskan bahwa perlindungan untuk pengguna muda sudah lama jadi prioritas. Fitur prediksi usia ini, kata mereka, hanyalah penguat dari sistem yang sudah berjalan sebelumnya.
Artikel Terkait
Xiaomi Luncurkan Kacamata Pintar dan TWS Terjangkau di Pasar Indonesia
Di Balik Suara Misterius Gunung Jawa Barat: Kisah Burung Kedasih yang Tak Pernah Terlihat
Redmi Note 15 Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Ketahanan Ekstrem
Telkomsel dan IndiHome Kembali Normal Setelah Gangguan Nasional