Gemerlap Dubai mendadak redup. Kota yang dikenal sebagai taman bermain para miliarder dan tokoh berpengaruh itu kini diliputi ketegangan. Pemicunya? Serangan drone dan rudal Iran, yang konon merupakan balasan atas serangan AS dan Israel, sempat merusak bandara dan menghantam beberapa hotel serta landmark terkenal. Orang-orang kaya pun bergegas mencari cara untuk keluar dari emirat itu.
Menurut sejumlah saksi, suasana panik mulai terasa. Bandara ditutup, memaksa mereka yang ingin pergi memutar otak. Jalur darat ke Oman, yang memakan waktu sekitar empat setengah jam, tiba-tiba menjadi alternatif utama. Perjalanan itu relatif lancar, dan bandara Muscat di sana masih beroperasi meski ada beberapa keterlambatan.
Alexandra Vavilova, turis asal Rusia yang sedang berlibur, mengaku beruntung. Ia berhasil mendapatkan salah satu tiket terakhir pada Senin malam.
"Saya terbang dari Muscat ke Kolombo, Sri Lanka. Rasanya seperti mendapat jackpot," katanya.
Namun begitu, tiket pesawat komersil dari Muscat ke Eropa sudah habis dipesan hingga akhir pekan. Situasi ini memicu perebutan lain di kalangan elite: berebut jet pribadi. Harganya pun melambung tinggi.
JetVip, sebuah perusahaan perantara di Muscat, memberi contoh. Penerbangan ke Istanbul dengan pesawat kecil jenis Nextant sekarang dibanderol sekitar €85.000. Itu tiga kali lipat dari harga normal! Sementara itu, kursi pada penerbangan charter ke Moskow dijual sekitar €20.000 per orang. Gila juga, ya.
Artikel Terkait
Temuan di Gua Jerman Ungkap Simbol Komunikasi Manusia Purba 40.000 Tahun Lalu
Cara Nonaktifkan Suara Jepretan Kamera iPhone Sesuai Model
Domain AI.com Terjual Rp1,1 Triliun, Pecahkan Rekor Termahal Sepanjang Sejarah
Koktail Berasap Berujung Tragis, Lambung Pria Ini Pecah Usai Teguk Nitrogen Cair