PLN dan BDx Data Centers Jalin Kerja Sama Pasok Listrik 1,2 GW untuk Dukung Pusat Data AI di Indonesia

- Selasa, 02 Juni 2026 | 14:40 WIB
PLN dan BDx Data Centers Jalin Kerja Sama Pasok Listrik 1,2 GW untuk Dukung Pusat Data AI di Indonesia

PT PLN (Persero) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Starone Mitra Telekomunikasi, yang dikenal dengan BDx Data Centers, untuk mengembangkan infrastruktur kelistrikan berkapasitas total 1,2 gigawatt (GW). Kemitraan ini ditujukan untuk mendukung kawasan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) dan layanan digital di Indonesia. Langkah tersebut menandai komitmen PLN dalam mendorong pertumbuhan industri pusat data nasional melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.

Pada tahap awal, dukungan PLN mencakup penyediaan pasokan listrik sebesar 788 MVA untuk site CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat. Selanjutnya, kapasitas kelistrikan akan diperkuat sebesar 60 MVA untuk site CGK3A di Jakarta Selatan. Selain itu, PLN juga mengembangkan jaringan tegangan tinggi sebesar 385 MVA untuk site CGK5 di Suryacipta, Jawa Barat. Rencana penyaluran daya untuk site CGK4 dilakukan secara bertahap dalam tiga fase, mulai dari 2 x 150 MVA pada Tahap I, meningkat menjadi 2 x 265 MVA pada Tahap II, hingga mencapai kapasitas akhir 2 x 380 MVA pada Tahap III.

CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas pelayanan yang optimal. Menurutnya, keandalan sistem kelistrikan dan kesiapan infrastruktur PLN memberikan kepastian bagi perusahaan dalam menjalankan pengembangan kapasitas pusat data secara berkelanjutan di Indonesia.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam mendukung keandalan operasional fasilitas data center milik BDx Indonesia,” ujarnya saat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) di Kantor PLN Pusat, Selasa (19/5).

Agus menambahkan bahwa kolaborasi ini memungkinkan BDx membangun infrastruktur yang tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI. “Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun infrastruktur yang tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan hyperscaler dan beban kerja digital yang berdaulat,” katanya.

Di sisi lain, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan kesiapan perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri pusat data. Menurutnya, kebutuhan energi sektor tersebut, khususnya yang berbasis AI, akan terus meningkat seiring pesatnya transformasi digital nasional. “Pertumbuhan industri data center di Indonesia, khususnya yang berbasis AI, membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar secara kapasitas, tetapi juga andal dan stabil. Kami memahami bahwa kepastian energi adalah jantung dari infrastruktur digital ini. Karena itu, PLN siap memastikan BDx Indonesia dapat berekspansi secara optimal,” ujar Adi.

Untuk memastikan keandalan pasokan, PLN membangun Gardu Induk (GI) 150 kilovolt (kV) Jatiluhur Baru yang akan memasok listrik ke kawasan pusat data BDx. “PLN juga telah menyiapkan dua line bay khusus pada Gardu Induk tersebut untuk melayani kebutuhan kelistrikan Site CGK4 secara optimal,” tambah Adi.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa sinergi ini merupakan kemitraan jangka panjang yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak hanya site CGK4, PLN juga telah dipercaya mengamankan pasokan daya untuk fasilitas utama BDx Indonesia lainnya, yakni site CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan, serta site CGK5 di kawasan industri Suryacipta. “Sinergi ini bukan sekadar jual beli listrik, melainkan kolaborasi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi di sektor teknologi tinggi. PLN terus bertransformasi menjadi mitra andal bagi seluruh investor digital di Tanah Air,” tandas Adi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar