Kemenangan Persak Kebumen ke Final Liga 4 Jateng Dirusak Kericuhan Suporter Rembang

- Jumat, 13 Februari 2026 | 10:00 WIB
Kemenangan Persak Kebumen ke Final Liga 4 Jateng Dirusak Kericuhan Suporter Rembang

MURIANETWORK.COM - Pertandingan semifinal Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang dan Persak Kebumen, Sabtu (25/11/2023), berakhir dengan insiden kericuhan yang melibatkan suporter. Insiden ini dipicu oleh kekecewaan pendukung tuan rumah terhadap sejumlah keputusan wasit, yang dianggap merugikan tim mereka. Meski berhasil mengamankan kemenangan 2-0 dan tiket ke final, kemenangan Persak Kebumen ternoda oleh aksi massa yang masuk ke lapangan usai pertandingan.

Ketegangan Meningkat Seiring Berjalannya Laga

Duel sengit di Stadion Krida, Rembang, sejak awal sudah diwarnai tensi tinggi. Kedua tim memperebutkan tiket final dengan gigih, menciptakan atmosfer yang panas baik di lapangan maupun tribun. PSIR Rembang, yang bermain di kandang sendiri, mendapat tekanan untuk tampil maksimal, sementara Persak Kebumen menunjukkan permainan yang solid dan terorganisir.

Seiring berjalannya waktu, ketegangan kian memuncak. Beberapa keputusan wasit, terutama di area kotak penalti dan terkait pelanggaran keras, menuai protes keras dari pemain dan pelatih PSIR. Sorak-sorai pendukung mulai berubah menjadi teriakan ketidakpuasan. Suasana ini menjadi bara yang siap menyala, menunggu pemicu akhir laga.

Kekecewaan Meledak Usai Peluit Akhir

Begitu peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, dengan skor tetap 2-0 untuk keunggulan Persak Kebumen, emosi yang tertahan pun meledak. Ratusan suporter PSIR membanjiri lapangan. Aksi yang awalnya mungkin hanya ingin menyampaikan kekecewaan, dengan cepat berubah menjadi kekacauan ketika sejumlah oknum mengejar wasit dan hakim garis yang berusaha meninggalkan arena.

Aparat keamanan yang telah bersiaga langsung bergerak cepat. Mereka membentuk barikade untuk melindungi para wasit dan pemain dari ancaman, sambil berusaha meredam situasi. Kericuhan berlangsung selama beberapa menit yang mencemaskan sebelum akhirnya bisa dikendalikan.

Seorang saksi mata di tribun utara menggambarkan situasi saat itu. "Suasana jadi ricuh begitu pertandingan selesai. Banyak suporter yang turun ke lapangan, ada yang berteriak-teriak marah ke arah wasit," ujarnya.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar