"Artinya daya beli masyarakat sepertinya sedang membaik dan kita tidak resesi apalagi dari krisis, kita jauh dari krisis," tegas Purbaya. "Jadi ekonomi kan sedang bagus. Teman-teman nggak usah takut."
Namun begitu, bukan berarti tidak ada tantangan. Menanggapi kekhawatiran soal lonjakan harga minyak dunia yang menyentuh angka 117 dolar AS per barel dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah Purbaya punya strategi.
Pemerintah, lewat APBN, siap menjadi penyerap kejutan atau shock absorber. Langkah ini diambil untuk melindungi rakyat dari dampak inflasi energi yang bisa menggila.
"Nanti kalau harga minyak dunia naik pun kita akan coba absorb lewat APBN dan kita akan kendalikan semaksimal mungkin," janjinya.
Kunjungan singkat itu setidaknya memberikan gambaran langsung dari lapangan. Di tengah hiruk-pikuk Tanah Abang, sang menteri menemukan optimisme yang mungkin tak terangkum dalam data mentah.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Pascabencana di Sumatera
KPK Tetapkan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif sebagai Tersangka Baru Kasus Pemerasan
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun dan Rencanakan Buyback Saham
Korban Tewas Konflik Iran Capai 1.255 Jiwa, Termasuk 168 Anak di Sekolah Dasar