Korban Tewas Konflik Iran Capai 1.255 Jiwa, Termasuk 168 Anak di Sekolah Dasar

- Senin, 09 Maret 2026 | 17:20 WIB
Korban Tewas Konflik Iran Capai 1.255 Jiwa, Termasuk 168 Anak di Sekolah Dasar

Angka korban di Iran terus membengkak. Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan negara itu, yang dimulai sejak akhir Februari lalu, telah menelan lebih dari seribu nyawa dalam waktu singkat. Menurut data resmi pemerintah Iran, sedikitnya 1.255 orang tewas dan lebih dari 12.000 lainnya menderita luka-luka dalam sembilan hari terakhir.

Ali Jafarian, Wakil Menteri Kesehatan Iran, memberikan gambaran yang suram. Korban berasal dari semua lapisan usia, tanpa pandang bulu.

"Usia para korban berkisar antara delapan bulan hingga 88 tahun," ujarnya.

Perinciannya memilukan. Sekitar 200 perempuan termasuk dalam daftar korban tewas. Di Minab, sebuah serangan yang menghantam sekolah dasar menewaskan 168 anak. Situasi ini benar-benar menggambarkan betapa brutalnya konflik ini.

Di sisi lain, para pekerja garis depan pun tak luput dari bahaya. Tenaga medis, yang seharusnya netral dan dilindungi, justru ikut menjadi sasaran. Jafarian menyebutkan 55 tenaga kesehatan terluka dan 11 lainnya gugur.

Dari sebelas korban tewas itu, empat di antaranya adalah dokter. Lalu ada dua perawat dan tiga petugas layanan darurat yang juga kehilangan nyawa saat menjalankan tugas.

Konflik yang pecah pada Sabtu, 28 Februari itu jelas telah menebar keprihatinan global. Banyak yang khawatir pertikaian ini akan meluas dan membuat kawasan Timur Tengah semakin tidak stabil. Hingga saat ini, dentuman tembakan dan serangan balasan masih terus terdengar, tanpa tanda-tanda akan reda dalam waktu dekat.

Dampaknya pun merambat ke luar medan perang. Harga minyak dunia mengalami lonjakan, yang tentu saja memicu kecemasan baru terhadap kondisi perekonomian global yang sudah rentan. Perang ini, singkatnya, bukan hanya soal korban jiwa di lapangan, tapi juga gelombang krisis yang bisa dirasakan di mana-mana.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar