JAKARTA – Jumlah orang yang masih mengungsi pascabencana di Sumatera terus berkurang. Itulah kabar terbaru dari Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, yang mencatat tren penurunan di tiga provinsi paling terdampak.
Amran, Juru Bicara Satgas, memberikan rinciannya. Data per Rabu kemarin, 28 Januari 2026, menunjukkan angka pengungsi yang tersisa di lokasi pengungsian sebanyak 111.788 jiwa.
“Jadi total secara keseluruhan pengungsi sampai dengan kemarin itu ada 111.788 jiwa,”
Ucap Amran di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (29/1). Suasana di lokasi, meski masih prihatin, mulai menunjukkan titik terang.
Dia kemudian membeberkan perincian per provinsi. Di Sumatera Barat, pengungsi yang tercatat berjumlah 9.040 orang. Sumatera Utara menyusul dengan 11.085 orang. Sementara itu, Aceh masih menjadi wilayah dengan beban terberat, menampung 91.663 pengungsi.
Di sisi lain, kemajuan pembangunan hunian sementara atau huntara juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Khususnya di Aceh, pembangunan huntara telah dinyatakan rampung seratus persen. Tercatat 3.248 unit sudah berdiri dan siap dihuni.
Pencapaian di provinsi lain berjalan bertahap. Untuk Sumatera Utara, dari target 962 unit, sebanyak 557 unit huntara telah selesai. Sementara di Sumatera Barat, progresnya mencapai 476 unit dari total rencana 618 unit.
“Kalau dijumlahkan semua, dari target 17.231 unit huntara, yang sudah jadi sekitar 4.281 unit,” jelas Amran.
Tak hanya huntara, penyaluran bantuan tunai juga terus digeber. Dana Tunggu Hunian (DTH) disebut telah diterima oleh 5.932 kepala keluarga di ketiga provinsi tersebut. Angka ini diharapkan akan terus bertambah seiring proses rehabilitasi yang kian masif.
Artikel Terkait
Ekonom: Fungsi APBN Bergeser, Danantara Kini Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
DPR Soroti Kelemahan Sistem di Balik Kecelakaan Kereta Bekasi, Dorong Evaluasi Keselamatan Total
Trump Kecam Iran dengan Sindiran Pedas dan Gambar AI, Negosiasi Nuklir Makin Buntu
Mahfud MD Sorot Lemahnya Pengawasan Internal TNI dan Polri dalam Kasus Andrie Yunus