Tiga Siswi di Kubu Raya Aniaya Teman dengan Jerat Tali Rafia Usai Ditolak Tukar Kursi

- Minggu, 17 Mei 2026 | 04:55 WIB
Tiga Siswi di Kubu Raya Aniaya Teman dengan Jerat Tali Rafia Usai Ditolak Tukar Kursi

Seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi korban dugaan perundungan yang dilakukan oleh tiga orang teman sekelasnya. Peristiwa itu bermula dari penolakan korban untuk bertukar kursi, yang kemudian berujung pada aksi kekerasan berupa penjeratan leher menggunakan tali rafia.

Kasus ini mencuat setelah beredar luas di media sosial. Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade S, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa korban merupakan siswi kelas 5 berinisial AZ. Peristiwa terjadi pada Rabu, 13 Mei, tepat saat jam istirahat sekolah.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari orang tua korban, insiden dipicu oleh permintaan salah seorang pelaku yang ingin menukar kursi dengan korban. Kursi milik pelaku dinilai tidak nyaman untuk digunakan. Namun, korban menolak permintaan tersebut.

“Korban sempat menolak permintaan tersebut. Namun salah satu pelaku kemudian meminta temannya mengambil tali plastik rafia bekas pengikat wadah makan,” kata Ade kepada wartawan, Sabtu, 16 Mei.

Tali rafia bekas pengikat wadah Makan Bergizi Gratis (MBG) itu kemudian diduga dikalungkan ke leher korban oleh ketiga anak tersebut. Mereka lalu menarik tali tersebut hingga korban merasa sesak dan mual. Beberapa teman korban yang menyaksikan kejadian itu segera berupaya melepaskan tali dari leher korban.

“Akibat kejadian tersebut terdapat bekas jeratan pada leher korban,” ucap Ade.

Meski demikian, polisi memastikan kondisi korban saat ini dalam keadaan sehat dan dapat beraktivitas seperti biasa. Menyikapi hal itu, pihak sekolah bersama orang tua murid memilih jalur mediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Berdasarkan hasil mediasi, ketiga pelaku dikenakan sanksi berat berupa pemberhentian dari sekolah. Namun, prosesnya dilakukan secara terhormat dengan tetap mempertimbangkan masa depan anak-anak tersebut. Mereka masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan ujian akhir dan menerima nilai kenaikan kelas sebelum proses perpindahan sekolah dilakukan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar