Di tengah kerumunan ribuan orang di Istora Senayan, Sabtu (31/1) lalu, Gus Yahya menyampaikan sesuatu yang mendasar. Visi dan misi PBNU, katanya, sejalan dengan semangat proklamasi Indonesia. Hal ini bahkan diangkat sebagai tema sentral dalam peringatan Harlah ke-100 organisasi itu.
Temanya sendiri cukup menggugah: “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”.
Lalu, apa hubungannya?
“Kenapa mengawal Indonesia merdeka?” tanya Gus Yahya dalam sambutannya.
“Karena visi dan idealisme Nahdlatul Ulama sama dan sebangun dengan visi dan idealisme Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia,” jelasnya tegas.
Menurutnya, visi yang diusung NU berakar pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah. Namun begitu, cakupannya lebih luas lagi. Organisasi ini juga punya komitmen untuk ikut menciptakan ketertiban dunia. Sebuah tatanan yang berdasar pada kemerdekaan, perdamaian abadi, tentu saja, dan keadilan sosial.
“Apakah visi dan idealisme itu?” Gus Yahya kemudian menerangkan.
“Yaitu untuk berjuang membangun peradaban yang lebih mulia bagi seluruh umat manusia,” ujarnya.
Harapannya, semangat ini tak pernah padam. “Semoga visi dan idealisme ini senantiasa menghidupi batin kita semua, senantiasa menyalakan api di dalam dada kita semua, seluruh kader-kader Nahdlatul Ulama, kader-kader bangsa Indonesia,” lanjutnya penuh keyakinan. Suaranya menggema, mengingatkan semua yang hadir pada sebuah tanggung jawab besar yang terus berlanjut.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu