Mojtaba Khamenei Resmi Ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Baru

- Senin, 09 Maret 2026 | 20:15 WIB
Mojtaba Khamenei Resmi Ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Baru

Setelah sembilan hari tanpa pemimpin, Iran akhirnya memiliki figur baru di puncak kekuasaan. Mojtaba Khamenei, putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei, kini resmi ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru. Penunjukan ini mengikuti serangan gabungan yang menewaskan ayahnya, sebuah peristiwa yang mengguncang kawasan.

Prosesnya berlangsung di Majelis Pakar. Dan seperti yang banyak ditebak, Mojtaba sosok yang selama ini disebut-sebut sebagai calon kuat berhasil terpilih. Pengumuman resminya baru keluar Senin lalu, menutup masa berkabung sekaligus membuka babak baru.

Ini menarik. Mojtaba, 56 tahun, bukanlah politikus yang biasa kita kenal. Dia tak pernah sekalipun mencalonkan diri dalam pemilu atau menduduki jabatan publik. Namun, pengaruhnya justru luar biasa, terbangun diam-diam selama puluhan tahun di lingkaran dalam ayahnya. Koneksinya dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pun dikenal sangat erat.

Soal suksesi sendiri selalu jadi topik yang dihindari. Sensitif. Pasalnya, kenaikan Mojtaba bisa dilihat sebagai awal dinasti politik, sebuah hal yang mengingatkan pada era monarki sebelum revolusi 1979. Dia sendiri tak pernah membicarakannya secara terbuka.

Dukungan yang Cepat dan Tegas

Di sisi lain, dukungan untuknya langsung mengalir. Garda Revolusi, misalnya, tak menunggu lama untuk menyatakan kesetiaan.

“Korps Garda Revolusi Islam... siap untuk patuh sepenuhnya dan berkorban dalam melaksanakan perintah ilahi dari Ahli Hukum Pelindung zaman ini, Yang Mulia Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei,”

begitu bunyi pernyataan mereka, seperti dilaporkan AFP. Sikap itu jelas, tegas, dan tanpa keraguan.

Dukungan juga datang dari jauh, tepatnya dari Yaman. Kelompok Houthi, sekutu Iran di kawasan, menyambut baik penunjukkan ini. Menurut mereka, ini adalah momentum yang tepat di tengah ketegangan dengan AS dan Israel.

“Kami mengucapkan selamat kepada Republik Islam Iran, kepemimpinannya, dan rakyatnya,”

kata pernyataan mereka di Telegram. Mereka melihat ini sebagai kemenangan sekaligus pukulan telak bagi musuh-musuh Teheran. Narasinya jelas: di saat sulit, Iran punya pemimpin baru yang siap melanjutkan perjuangan.

Jadi, begitulah. Transisi kekuasaan yang penuh gejolak ini akhirnya menemukan titik terang. Mojtaba Khamenei, sang tokoh bayangan, kini tampil ke depan. Tantangannya tentu tidak kecil. Dia harus memimpin negeri itu di tengah situasi regional yang masih panas dan warisan politik yang sangat berat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar