Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Pascabencana di Sumatera

- Senin, 09 Maret 2026 | 20:15 WIB
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Pascabencana di Sumatera

Senin sore itu, Presiden Prabowo Subianto tampil di layar untuk sebuah momen penting. Dari Jakarta, secara virtual, ia meresmikan total 218 jembatan yang baru saja berdiri di sepanjang Sumatera. Jembatan-jembatan ini hadir sebagai jawaban atas rusaknya jalur perhubungan pasca-bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat akhir tahun lalu.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, Senin, 9 Maret tahun 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 77 Jembatan Bailey, 59 Jembatan Armco, dan 82 Jembatan Perintis,” ucap Prabowo tegas.

Proyek percepatan ini digarap oleh Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Satgas khusus itu sendiri dibentuk langsung oleh Prabowo, dengan komandonya dipercayakan kepada Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Dalam sambutannya, Presiden tak lupa menyampaikan apresiasi. Ia mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak yang terlibat. Menurutnya, kehadiran jembatan-jembatan ini bukan sekadar struktur baja atau beton, melainkan pembuka akses keamanan, terutama bagi warga di pelosok.

“Saudara-saudara sekalian, terima kasih jerih payah saudara-saudara. Terima kasih atas kerja keras saudara-saudara. Sekarang saya tidur lebih lega karena anak-anak di desa-desa terpencil tidak perlu lagi menyeberangi sungai dengan keadaan bahaya terhadap keselamatannya,” ujar dia.

“Anak-anak kita di tempat-tempat terpencil tidak perlu lagi duduk di kelas dengan pakaian basah, pulang dari sekolah dengan pakaian basah,” sambungnya.

Manfaatnya jelas terasa. Dengan ukuran yang memadai, mobilitas warga kini jauh lebih lancar. Prabowo menegaskan, proyek seperti ini justru sangat strategis bagi pemerintahannya. Ia ingin menekankan bahwa kepentingan rakyat, sekecil apapun itu, harus diutamakan.

“Saudara-saudara sekalian, inilah artinya bahwa sesungguhnya jembatan gantung di daerah terpencil yang hanya sekian meter lebarnya dan hanya sekian meter panjangnya, sesungguhnya jembatan itu adalah strategis bagi pemerintah yang saya pimpin. Bahwa kepentingan rakyat adalah yang paling kita utamakan,” jelasnya.

Sebuah langkah konkret. Dua ratus delapan belas jembatan itu kini bukan hanya penghubung geografis, tapi juga penghubung harapan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar