TEHERAN - Angka-angka yang muncul dari konflik terbaru ini sungguh memilukan. Data dari Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran mengungkapkan, dalam tujuh hari pertama perang, korban jiwa telah mencapai 1.230 orang. Yang lebih menghancurkan lagi adalah komposisi dari angka statistik yang dingin itu.
Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, dengan nada berat menyampaikan fakta pahit tersebut.
"Sayangnya, hingga saat ini, hampir 30 persen dari korban tewas adalah anak-anak," ujarnya.
Bayangkan, dari setiap sepuluh nyawa yang melayang, tiga di antaranya adalah anak-anak. Mereka yang seharusnya masih bermain, belajar, dan tertawa.
Kerusakan fisik di lapangan juga tak kalah parah. Menurut keterangan yang sama, serangan gabungan itu telah menghantam ribuan bangunan. Sekitar 3.090 rumah penduduk rata dengan tanah, ditambah 528 toko dan 13 fasilitas medis ikut menjadi sasaran. Di antara yang terakhir, sembilan adalah fasilitas milik Bulan Sabit Merah Iran organisasi yang justru seharusnya dilindungi dalam situasi perang.
Artikel Terkait
Lebih dari 14 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Dipulangkan Imbas Ketegangan di Timur Tengah
APBN Defisit Rp135,7 Triliun, Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen
Menkeu Siapkan Penghematan Anggaran Hadapi Ancaman Defisit Akibat Harga Minyak
Menteri Keuangan Siapkan Skenario Antisipasi Defisit Jika Harga Minyak Capai USD92