Saham Elnusa (ELSA) Cetak Rekor Tertinggi Sejak 2008, Tembus Rp1.050

- Jumat, 06 Maret 2026 | 06:20 WIB
Saham Elnusa (ELSA) Cetak Rekor Tertinggi Sejak 2008, Tembus Rp1.050

Harga saham Elnusa (ELSA) benar-benar melesat. Per 3 Maret 2026, catatannya, kenaikannya mencapai 134 persen dibanding posisi setahun sebelumnya. Ini bukan kenaikan biasa. Bahkan, sejak awal tahun 2026 saja, sahamnya sudah naik 89 persen. Puncaknya terjadi sehari sebelumnya, tepatnya pada 2 Maret, saat ELSA menyentuh level Rp1.050. Itu adalah rekor tertinggi sejak perusahaan ini melantai di bursa pada 2008 lalu.

Di tengah euforia pasar itu, Direktur Utama PT Elnusa Tbk, Litta Ariesca, angkat bicara. Dalam sebuah Media Meeting di Jakarta, Kamis (5/3), dia menyoroti arti penting dari kepercayaan investor.

"Bagi kami, capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kinerja operasional yang solid dan arah bisnis Elnusa yang semakin kuat," ujar Litta.

Memang, pergerakan sahamnya hari itu cukup dinamis. Pada 3 Maret, ELSA dibuka menguat di level Rp1.000 dan sempat mencatatkan harga tertinggi intraday Rp1.010. Namun begitu, sesi perdagangan ditutup dengan sedikit koreksi di angka Rp940. Meski demikian, secara keseluruhan trennya tetap bullish. Kapitalisasi pasarnya pun kini menggelembung hingga sekitar Rp6,8 triliun.

Litta mengakui, beberapa tahun belakangan ini adalah fase krusial bagi Elnusa. Perusahaan ini gencar melakukan transformasi, dengan fokus utama pada penguatan fundamental. Mereka berusaha meningkatkan efisiensi operasional dan tentu saja, kapabilitas teknologi.

"Hasilnya mulai terlihat dan dirasakan oleh pasar," katanya, singkat.

Pernyataannya itu bukannya tanpa dasar. Sepanjang tahun buku 2025, Elnusa membukukan kinerja yang cukup impresif. Pendapatan usahanya meroket ke angka Rp14,5 triliun, tumbuh sekitar 8 persen dari tahun sebelumnya. Yang tak kalah penting, pertumbuhan pendapatan itu diiringi oleh profitabilitas yang solid. Mereka mencatatkan EBITDA sebesar Rp1,5 triliun dan laba bersih mencapai Rp718 miliar.

Menurut Litta, angka-angka itu adalah bukti nyata dari transformasi bisnis yang mereka jalankan dengan konsisten. Strateginya berpusat pada penguatan layanan, efisiensi berkelanjutan, dan manajemen risiko yang ketat terutama di tengat dinamika industri energi yang tak pernah stabil.

"Dalam beberapa tahun terakhir, Elnusa secara konsisten memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan kapabilitas teknologi, optimalisasi portofolio layanan, serta disiplin operasional. Upaya tersebut menjadi kunci dalam menjaga kinerja yang sehat sekaligus memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap arah pertumbuhan Perseroan," jelasnya.

Kinerja itu ditopang oleh portofolio bisnis yang terintegrasi, mencakup Jasa Hulu Migas Terintegrasi, Penjualan Barang dan Jasa Distribusi & Logistik Energi, serta Jasa Penunjang Migas. Sepanjang 2025, segmen Distribusi dan Logistik Energi jadi penyumbang terbesar, sekitar 60 persen dari total pendapatan. Disusul Jasa Hulu Migas (28%) dan Jasa Penunjang Migas (12%).

Komposisi ini, bagi Litta, bukan cuma angka biasa.

"Komposisi ini mencerminkan ketahanan model bisnis Elnusa yang mampu menghadirkan layanan terintegrasi dari hulu hingga hilir industri energi," pungkasnya.

Jadi, lonjakan harga saham itu rupanya punya cerita panjang di baliknya. Bukan sekadar gejolak sesaat di pasar modal.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar