IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya hari ini. Analis memproyeksikan indeks bakal bergerak di kisaran 8.778 hingga 8.900.
Sentimen positif ini muncul setelah IHSG mencatatkan kenaikan signifikan di awal pekan. Pada perdagangan Senin (5/1/2026), indeks ditutup naik 111,06 poin atau 1,27 persen ke level 8.859,19. Pencapaian ini sekaligus mencatatkan rekor tertinggi baru atau all time high (ATH).
Praktisi Pasar Modal dan Founder WH-Project, William Hartanto, melihat pola teknikal yang mendukung. Dalam risetnya yang dirilis Selasa (6/1), ia menyatakan pola bullish flag IHSG telah terkonfirmasi di akhir pekan lalu.
"Terus menerus membentuk all time high baru, IHSG tidak lagi memiliki resistance,"
katanya.
Namun begitu, William juga mengingatkan kebiasaan IHSG yang kerap bergerak campur aduk setelah menembus level ATH. Hal serupa berpotensi terjadi pekan ini. Meski begitu, posisi di level tertinggi ini justru membuat IHSG tak punya beban psikologis yang berarti.
Untuk perdagangan hari ini, William merekomendasikan sejumlah saham berdasarkan analisis teknikal. Rekomendasinya adalah BUVA dengan target Rp1.640, TINS (Rp3.550), SMDR (Rp470), dan PGAS yang ditargetkan mencapai Rp2.000.
Artikel Terkait
BRI Salurkan 5.000 Lebih Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia saat Idul Adha
BEI Pindahkan GOTO dan BELI ke Papan Pengembangan, 26 Saham Naik Kelas ke Papan Utama
Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun saat Iduladha, Antam Terkoreksi ke Rp2,897 Juta per Gram
Chandra Asri Resmi Kelola Pelabuhan Cilegon Selama 56 Tahun