Maraknya aksi kejahatan jalanan di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir mendapat sorotan serius dari Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Beladiri Indonesia (PERIKHSA), Bambang Soesatyo. Ia menilai fenomena ini telah menimbulkan keresahan yang mendalam di tengah masyarakat, mengingat ancaman keamanan kini bisa terjadi kapan saja dan menimpa siapa saja tanpa pandang bulu.
Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet, mengungkapkan bahwa berbagai modus kejahatan seperti pembegalan, perampasan kendaraan bermotor dengan senjata api, penjambretan disertai kekerasan, hingga penusukan terhadap korban di jalan raya menunjukkan eskalasi keberanian pelaku. Menurutnya, para pelaku semakin nekat menggunakan kekerasan untuk melumpuhkan korban demi menguasai harta benda dalam waktu singkat.
Data Kepolisian Republik Indonesia sepanjang tahun 2025 hingga semester pertama 2026 mencatat bahwa tindak kriminal jalanan masih menjadi salah satu bentuk kejahatan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat. Di wilayah-wilayah seperti Jabodetabek, Medan, Makassar, Surabaya, hingga Bandung, aparat kepolisian berulang kali mengungkap jaringan pelaku begal yang beroperasi secara kelompok. Mereka menggunakan senjata tajam, celurit, golok, pisau, bahkan senjata api rakitan. Akibat aksi brutal tersebut, banyak korban mengalami luka berat, trauma psikologis, hingga kehilangan nyawa.
Menanggapi kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini, PERIKHSA berkolaborasi dengan Anubis Bodyarmor menghadirkan jaket anti begal sebagai salah satu solusi perlindungan diri bagi masyarakat yang beraktivitas di jalan. Bamsoet menegaskan bahwa produk dalam negeri karya anak bangsa ini dirancang untuk memberikan alternatif keamanan tambahan ketika menghadapi ancaman kejahatan jalanan.
“Keamanan masyarakat merupakan kebutuhan dasar yang harus mendapat perhatian serius. Karena itu, PERIKHSA berkolaborasi dengan Anubis Bodyarmor membuat jaket anti begal sebagai salah satu solusi perlindungan diri bagi masyarakat yang beraktivitas di jalan. Produk dalam negeri karya anak bangsa ini dirancang untuk memberikan alternatif keamanan tambahan ketika menghadapi ancaman kejahatan jalanan yang semakin mengkhawatirkan,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
Jaket anti begal hasil kolaborasi tersebut dirancang menggunakan teknologi perlindungan balistik modern dengan spesifikasi National Institute of Justice (NIJ) Level IIIA. Standar ini merupakan salah satu acuan internasional yang diakui untuk menghadapi ancaman senjata api genggam maupun serangan senjata tajam. Bamsoet menjelaskan bahwa jaket ini menggunakan panel Soft Body Armor berkualitas tinggi dengan teknologi dari Amerika Serikat, sehingga mampu memberikan perlindungan terhadap tusukan senjata tajam serta tembakan senjata api hingga kaliber besar peluru tajam 44 Magnum.
“Jaket anti begal diproduksi di dalam negeri. Fungsi utamanya adalah memberikan lapisan perlindungan yang akurat di tempat sasaran yang mematikan sehingga peluang korban untuk selamat dan terhindar dari luka fatal menjadi lebih besar,” jelas Bamsoet.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menekankan bahwa upaya menekan angka kejahatan jalanan harus dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif. Penguatan patroli kepolisian, pemasangan kamera pengawas di titik rawan, penerangan jalan yang memadai, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta edukasi keamanan lingkungan harus berjalan beriringan. Masyarakat juga perlu memiliki kesadaran akan pentingnya perlindungan diri yang proporsional sesuai kebutuhan dan tingkat risiko aktivitas masing-masing.
“PERIKHSA mendukung penuh berbagai langkah aparat keamanan bertindak tegas terukur dalam memberantas kejahatan jalanan. Pada saat yang sama, kami juga ingin menghadirkan inovasi yang dapat membantu masyarakat merasa lebih aman ketika bekerja, berkendara, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari,” pungkas Bamsoet.
Artikel Terkait
BCA Gaet Pelaku Pariwisata Singapura dan Malaysia untuk Perluas Pasar Mancanegara Desa Wisata Binaan
Pemerintah Dukung Penuh Proses Hukum KPK di Kasus Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA yang Seret Wamen Imigrasi
Cadangan Devisa Jepang Anjlok Rp1.390 Triliun Imbas Intervensi Perkuat Yen
Pekerja Perkebunan di Bogor Ditemukan Tewas Tergantung di Area Tempat Kerja