Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dinobatkan sebagai edisi paling komersial dan politis dalam sejarah. Kritik tajam disampaikan komentator Swiss David Lemos dalam penutupan siaran turnamen, yang menyoroti berbagai masalah mulai dari akses terbatas bagi penggemar hingga intervensi politik dalam keputusan sepak bola.
“Tidak diragukan lagi bahwa ini adalah Piala Dunia paling komersial dalam sejarah dan juga salah satu yang paling dipolitisasi,” ujar Lemos. Ia menyebut harga tiket yang melambung tinggi membuat banyak penggemar tak mampu menonton langsung, sementara sebagian lainnya bahkan dilarang masuk ke negara tuan rumah karena kewarganegaraan mereka.
Lemos mencontohkan kasus wasit Somalia Omar Artan yang juga terhalang masuk. Ia juga mengkritik perlakuan terhadap tim nasional Iran yang dinilai tidak mendapat kesempatan memadai selama turnamen.
“Kita juga ingat perlakuan yang tidak dapat diterima yang diberikan kepada tim nasional Iran, yang tidak mampu mempertahankan peluangnya dengan baik selama turnamen,” katanya.
Komentator itu juga menyoroti insiden kartu merah pemain Amerika Serikat Folarin Balogun, yang diikuti dengan campur tangan politik. “Kita melihat seorang presiden membual tentang telah menghubungi presiden FIFA untuk mencabut hukuman skorsing seorang pemain. Politik telah menyusup ke jantung sepak bola, meskipun FIFA mengklaim ingin menjaganya di atas segalanya. Jelas bahwa ini hanya berlaku sampai titik tertentu,” tegas Lemos.
Dari sisi teknis, Lemos mencatat keanehan turnamen ini: semua pertandingan dimainkan dalam empat babak, dan final memiliki jeda hampir 30 menit. “Krisis ini memiliki dua nama: uang dan kekuasaan. Saat ini ada krisis kepercayaan antara banyak pihak yang terlibat dalam sepak bola dan FIFA,” ujarnya.
Ia juga memprediksi bahwa dalam beberapa minggu mendatang, FIFA akan mendistribusikan dana besar ke federasi dan agen sepak bola sebagai imbalan untuk menjaga status quo. “Kami berharap semua ini akan dipertimbangkan dan hal ini tidak akan terjadi lagi,” pungkas Lemos.
Artikel Terkait
Piala Dunia 2026 Ukir 13 Rekor Baru, dari Messi hingga Ronaldo
Kisah Wellah Hatta, Perempuan Indonesia di Balik Penutupan Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: Antara Keajaiban Sepak Bola dan Politik Amerika
Spanyol Pesta Juara Piala Dunia 2026, Sejuta Suporter Padati Cibeles Square