BI Ingatkan Bahaya Tukar Uang di Pinggir Jalan, Ajak Masyarakat Gunakan Layanan Resmi

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 10:30 WIB
BI Ingatkan Bahaya Tukar Uang di Pinggir Jalan, Ajak Masyarakat Gunakan Layanan Resmi

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, pemandangan itu masih kerap muncul: pedagang dadakan menawarkan jasa penukaran uang di pinggir jalan. Tapi hati-hati. Bank Indonesia secara khusus mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap praktik semacam ini. Risikonya banyak, mulai dari uang palsu hingga jumlah yang tidak tepat. Bahkan, penipuan kerap mengintai.

Karena itu, BI menegaskan, satu-satunya cara aman menukar uang adalah melalui layanan resmi. Baik itu di kantor BI sendiri maupun di bank-bank umum. Transaksi di jalanan? Tidak ada jaminan keaslian dan keamanannya.

Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, menyebut pihaknya terus berupaya memperluas layanan resmi untuk menjangkau masyarakat.

“Sehubungan dengan fenomena tersebut, Bank Indonesia terus mengupayakan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, termasuk memperluas layanan penukaran uang tunai melalui kas keliling di berbagai lokasi, termasuk di lokasi yang memiliki minat tinggi terhadap layanan tersebut,” ujarnya, seperti dilansir Antara, Sabtu (7/3/2026).

Program SERAMBI 2026: Antisipasi Kebutuhan Tunai

Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai yang melonjak di bulan suci dan hari raya, BI bersama perbankan punya program khusus: Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026. Program ini berjalan dari pertengahan Februari hingga pertengahan Maret 2026.

Dana yang disiapkan tidak main-main, mencapai Rp185,6 triliun. Sebagian besar, Rp177 triliun, dialokasikan untuk kebutuhan perbankan sehari-hari. Sementara itu, ada Rp8,6 triliun yang dikhususkan untuk penukaran uang baru. Setiap paketnya bernominal Rp5,3 juta.

Ribuan Titik Layanan, Sampai ke Pelosok

Agar lebih mudah diakses, layanan penukaran disebar ke mana-mana. Bayangkan saja, ada 2.883 titik dengan total 8.755 layanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Bentuknya beragam, mulai dari kas keliling BI, kantor bank, hingga pos terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat keramaian.

Yang menarik, sekarang masyarakat juga bisa pesan lewat online. Caranya melalui aplikasi PINTAR di laman pintar.bi.go.id. Ternyata, respons masyarakat sangat tinggi.

Ramdan mengapresiasi animo ini.

“Bank Indonesia mengapresiasi tingginya animo masyarakat yang tercermin dari cepatnya penyerapan kuota pemesanan penukaran di seluruh wilayah Indonesia melalui Aplikasi PINTAR,” katanya.
“Hingga saat ini, lebih dari satu juta penukar di seluruh wilayah Indonesia telah mendapatkan jadwal penukaran uang melalui Aplikasi PINTAR,” tambahnya.

Jadi, tak ada alasan lagi untuk mengambil risiko menukar uang di pinggir jalan. Layanan resminya sudah tersedia di mana-mana, bahkan bisa diakses dari genggaman tangan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar