IHSG Anjlok 8%, Investor Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp2,48 Triliun

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 10:40 WIB
IHSG Anjlok 8%, Investor Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp2,48 Triliun

Pasar saham kita lagi panas-panasnya, tapi bukan karena kenaikan. Sepanjang pekan kemarin, tekanan jual dari investor asing benar-benar terasa dan membuat IHSG jungkir balik. Indeks gabungan itu anjlok tajam, hampir 8 persen, ke level 7.585. Cuma satu hari hijau, selebihnya merah menyala.

Kalau dirunut, sentimen negatifnya datang dari mana-mana. Mulai dari eskalasi konflik di Timur Tengah antara AS, Israel, dan Iran, sampai dengan penurunan outlook Indonesia oleh lembaga pemeringkat. Isu transparansi pasar domestik juga ikut jadi bahan perbincangan yang bikin investor was-was.

Nah, dalam kondisi kayak gini, investor asing memilih untuk menarik dananya. Data BEI mencatat, net sell mereka di pasar reguler mencapai Rp2,48 triliun. Angka yang cukup signifikan dan tentu saja menambah beban psikologis di pasar.

Lalu, saham-saham apa saja yang jadi sasaran empuk mereka?

Di urutan teratas, ada saham kebanggaan banyak orang: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Saham bank Grup Djarum ini dilepas asing dengan nilai jual bersih sekitar Rp707 miliar. Harganya pun ikut tertekan, turun 2,44% ke level Rp7.000 per saham.

Berbeda cerita dengan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Meski jadi sasaran jual bersih asing senilai Rp664,56 miliar, harga sahamnya justru masih mampu naik 2,32% ke Rp1.765. Kenaikan harga minyak mentah akibat gejolak geopolitik rupanya jadi penyelamat untuk saham migas yang satu ini.

Di sisi lain, saham-saham bank BUMN juga kebagian tekanan. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dilepas asing hampir Rp500 miliar, dan harganya merosot lebih dari 6%. Nasib serupa dialami Bank Negara Indonesia (BBNI) dengan jual bersih Rp459 miliar dan penurunan harga hampir 3%. Bank Mandiri (BMRI) juga melemah 5,59% dengan catatan jual bersih Rp241 miliar.

Tekanan jual ternyata tidak hanya berpusat di sektor perbankan. Sektor tambang dan komoditas energi juga jadi bulan-bulanan.

Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), misalnya, anjlok luar biasa dalam sepekan turun lebih dari 21% dengan nilai jual bersih asing Rp228 miliar. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ikut terimbas, turun 7% dengan pelepasan asing sekitar Rp180 miliar.

Di sektor energi, PT Elnusa Tbk (ELSA) masuk dalam daftar dengan catatan jual bersih Rp148 miliar. Uniknya, harga sahamnya cenderung stagnan di Rp850, padahal sempat menyentuh Rp1.050 di tengah gejolak. Sentimen kenaikan harga minyak dan gas sepertinya cuma cukup untuk menahan laju pelemahan, bukan mendorong kenaikan.

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) pun tak luput, dilepas asing Rp137 miliar dengan penurunan harga 3,3%.

Jadi, begitulah kondisi pasar kita pekan lalu. Berat. Investor asing memilih untuk mengurangi eksposur mereka, dan saham-saham besar dari berbagai sektor menjadi korban. Keputusan ada di tangan investor masing-masing, tentu saja. Tapi melihat data dan sentimen yang ada, suasana hati pasar masih belum benar-benar cerah.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar