Di Grha Bank Banten, Kota Serang, suasana penyerahan bantuan sosial berlangsung khidmat. Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, dengan tegas menyampaikan pesannya kepada para penerima bansos. Intinya sederhana: jangan salah gunakan dana bantuan itu. Khusus untuk bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Dimyati meminta agar uangnya jangan sampai dipakai beli sepeda motor atau ponsel baru.
“Bantuan sosial untuk masyarakat disalurkan melalui Bank Banten. Jadi distribusinya melewati Bank Banten,” ujar Dimyati, Kamis lalu.
Ia lantas menjelaskan, “Tujuannya apa? Karena ada UEP yang disiapkan untuk mendukung kemandirian usaha.”
Menurutnya, setiap kepala keluarga penerima UEP mendapatkan dana sebesar Rp 2 juta. Angka itu, harapannya, bisa menjadi suntikan modal. Bukan untuk belanja konsumtif.
“Rp 2 juta itu bukan untuk beli handphone atau sepeda, tetapi untuk modal usaha,” tegas Dimyati.
“Misalnya untuk jualan donat, bakso, sate, bakwan, atau usaha kerajinan. Kira-kira seperti itu.”
Harapannya jelas. Usaha kecil itu nantinya bisa tumbuh dan mandiri. Dengan begitu, para penerima bantuan tak lagi menambah statistik pengangguran yang sudah ada. “Awalnya memang dari kecil, tapi didorong supaya ada kemandirian,” imbuhnya. “Tujuannya apa? Supaya tidak menambah angka pengangguran.”
Artikel Terkait
Lalu Lintas Mudik di Bekasi Melonjak 112 Persen pada H-6 Lebaran
ASEAN Siaga Hadapi Gelombang Panas Lebih Awal, Indonesia-Malaysia Paling Awal Terdampak
PU Siapkan Jalan Nasional Sumbar untuk Arus Mudik Lebaran 2026
Penilaian Kinerja ASN Didominasi Nilai Baik, Pakar Soroti Ancaman Bias Kemurahan Hati