Di Grha Bank Banten, Kota Serang, suasana penyerahan bantuan sosial berlangsung khidmat. Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, dengan tegas menyampaikan pesannya kepada para penerima bansos. Intinya sederhana: jangan salah gunakan dana bantuan itu. Khusus untuk bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Dimyati meminta agar uangnya jangan sampai dipakai beli sepeda motor atau ponsel baru.
“Bantuan sosial untuk masyarakat disalurkan melalui Bank Banten. Jadi distribusinya melewati Bank Banten,” ujar Dimyati, Kamis lalu.
Ia lantas menjelaskan, “Tujuannya apa? Karena ada UEP yang disiapkan untuk mendukung kemandirian usaha.”
Menurutnya, setiap kepala keluarga penerima UEP mendapatkan dana sebesar Rp 2 juta. Angka itu, harapannya, bisa menjadi suntikan modal. Bukan untuk belanja konsumtif.
“Rp 2 juta itu bukan untuk beli handphone atau sepeda, tetapi untuk modal usaha,” tegas Dimyati.
“Misalnya untuk jualan donat, bakso, sate, bakwan, atau usaha kerajinan. Kira-kira seperti itu.”
Harapannya jelas. Usaha kecil itu nantinya bisa tumbuh dan mandiri. Dengan begitu, para penerima bantuan tak lagi menambah statistik pengangguran yang sudah ada. “Awalnya memang dari kecil, tapi didorong supaya ada kemandirian,” imbuhnya. “Tujuannya apa? Supaya tidak menambah angka pengangguran.”
Di sisi lain, Dimyati punya perhatian khusus pada kelompok penerima. Ia menekankan bahwa bantuan sosial ini sebaiknya diutamakan untuk perempuan, khususnya ibu-ibu. Alasannya cukup personal dan mendasar.
“Saya juga sudah sampaikan, mayoritas bantuan ini harus diberikan kepada ibu-ibu. Kalau bisa 95 persen, atau minimal 90 persen,” katanya.
“Kenapa? Karena kalau terjadi sesuatu pada suaminya, misalnya kecelakaan, cacat, atau meninggal dunia, ibu-ibunya sudah siap.”
Sementara itu, dari pihak Bank Banten, Komisaris Nonindependen Rina Dewiyanti yang hadir mendampingi membeberkan rincian angka. Penerima bantuan UEP tahun ini mencapai 2.450 orang, dan dananya bersumber dari APBD Provinsi Banten.
Tapi UEP bukan satu-satunya. Masih ada lagi bantuan lain yang digelontorkan. Ada Jaminan Sosial Keluarga untuk 37.741 keluarga, dengan nilai Rp 500 ribu per keluarga. Totalnya mencapai Rp 18,87 miliar.
Lalu, Dinas Sosial juga menyalurkan bansos untuk anak terlantar dan penyandang disabilitas. Sekitar 600 orang mendapat Rp 500 ribu masing-masing, atau total Rp 300 juta. Tidak ketinggalan, bantuan untuk lansia menyentuh 1.000 orang dengan nilai Rp 2 juta per orang. Ada pula Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang menyasar 378 anak stunting.
Kalau dijumlahkan semuanya, angka totalnya cukup besar. “Total bantuan sosial tahun 2025 mencapai sekitar Rp 24,3 miliar,” pungkas Rina menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi