ASDP Terapkan Sistem Satu Arah 4,5 Km untuk Atasi Antrean Horor di Pelabuhan Gilimanuk

- Senin, 16 Maret 2026 | 17:50 WIB
ASDP Terapkan Sistem Satu Arah 4,5 Km untuk Atasi Antrean Horor di Pelabuhan Gilimanuk

Kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk memuncak. Menghadapi antrean yang mengular, ASDP bersama kepolisian akhirnya mengambil langkah tegas: menerapkan sistem satu arah sepanjang 4,5 kilometer. Kebijakan ini mulai berlaku sejak pukul dua siang tadi, 16 Maret 2026.

Heru Widodo, Direktur Utama ASDP, menjelaskan bahwa langkah ini bukan satu-satunya upaya. Untuk meringankan beban jalur utama, kendaraan kecil kini dialihkan ke Buffer Zone Kargo. Tujuannya jelas, mengurangi kemacetan dan mempercepat laju kendaraan menuju kapal.

"Berbagai langkah percepatan operasional terus kami lakukan bersama stakeholder," ujar Heru.

"Mulai dari pengaturan lalu lintas di jalur antrean hingga optimalisasi layanan penyeberangan, agar arus kendaraan tetap bergerak dan antrean dapat segera terurai," tambahnya dalam rilis resmi hari ini.

Di lapangan, situasinya benar-benar padat. ASDP sendiri menjalankan pola operasi 'sangat padat' dengan mengerahkan 35 unit kapal di selat Bali. Skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) juga masih dipakai di beberapa dermaga. Jadi, kapal yang baru sampai bisa langsung kosong dan berangkat lagi, tanpa menunggu muatan baru.

Lalu, bagaimana data pergerakannya? Ternyata, lonjakannya signifikan. Data Posko Angkutan Lebaran mencatat, arus penyeberangan dari Bali ke Jawa pada H-6 melonjak 33,8% untuk penumpang, menjadi 80.416 orang. Untuk kendaraan, kenaikan paling mencolok ada di sepeda motor, yang naik lebih dari 52% menjadi 18.306 unit. Mobil pribadi juga bertambah, meski persentaenya lebih kecil.

Namun begitu, ada penurunan untuk truk. Jumlahnya turun 13,4% dibanding tahun lalu. Secara total, semua jenis kendaraan yang menyeberang hari ini mencapai 25.885 unit naik 35,4% dari periode sama tahun sebelumnya.

Pantauan terakhir pukul 14.00 WITA menunjukkan ekor antrean masih ada di sekitar KM 15. Tapi antreannya sudah terpotong-potong, seiring dengan penyerapan kendaraan menuju pelabuhan dan pengaturan polisi yang ketat.

Menanggapi kondisi ini, Arief Eko selaku GM ASDP Cabang Ketapang menegaskan komitmen perusahaan.

"ASDP berkomitmen mengoptimalkan operasional kapal dan dermaga agar arus kendaraan terserap maksimal," kata Arief.

"Kami juga mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama," pesannya.

Upaya percepatan terus digenjot. Pertanyaannya, apakah cukup untuk mengurai kemacetan 'horor' yang sudah terjadi? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar