Hiruk-pikuk arus mudik Lebaran 2026 memenuhi jalanan. Di tengah keriuhan itu, ada kisah pengorbanan yang jarang terlihat. Para sopir bus, misalnya. Mereka justru sibuk mengantarkan orang-orang pulang kampung, sementara mereka sendiri harus menunda momen berkumpul dengan keluarga. Seperti yang dialami Ahmad Choirul Afifuddin, sopir bus AKAP asal Surabaya. Sudah dua tahun ini, dia tak bisa mudik karena harus bekerja.
“Sudah dua tahun nggak pulang,” ucap Ahmad, ditemui di Terminal Harjamukti, Cirebon, Jumat lalu.
Suaranya terdengar datar, tapi ada rasa rindu yang jelas di baliknya.
Rutenya hari itu adalah Cirebon-Malang lewat Tol Trans Jawa. Menurut pengamatannya, arus mudik tahun ini jauh lebih ramai. Bahkan, bisa dibilang luar biasa padat. “Jalanan lebih ramai, macet sekali,” tuturnya sambil menghela napas.
Artikel Terkait
Perang dengan Iran Borong Rp5,4 Triliun Anggaran Israel per Hari
Rest Area KM 207A Cirebon Sepi Usai Arus Mudik Surut
Transaksi Jakarta Tembus Rp21 Triliun Selama Ramadan, Tertinggi di Jawa
Pemudik Tersesat Ikuti Google Maps, Terperosok ke Jurang di Tasikmalaya