Di Grha Bank Banten, Kota Serang, suasana penyerahan bantuan sosial berlangsung khidmat. Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, dengan tegas menyampaikan pesannya kepada para penerima bansos. Intinya sederhana: jangan salah gunakan dana bantuan itu. Khusus untuk bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Dimyati meminta agar uangnya jangan sampai dipakai beli sepeda motor atau ponsel baru.
“Bantuan sosial untuk masyarakat disalurkan melalui Bank Banten. Jadi distribusinya melewati Bank Banten,” ujar Dimyati, Kamis lalu.
Ia lantas menjelaskan, “Tujuannya apa? Karena ada UEP yang disiapkan untuk mendukung kemandirian usaha.”
Menurutnya, setiap kepala keluarga penerima UEP mendapatkan dana sebesar Rp 2 juta. Angka itu, harapannya, bisa menjadi suntikan modal. Bukan untuk belanja konsumtif.
“Rp 2 juta itu bukan untuk beli handphone atau sepeda, tetapi untuk modal usaha,” tegas Dimyati.
“Misalnya untuk jualan donat, bakso, sate, bakwan, atau usaha kerajinan. Kira-kira seperti itu.”
Harapannya jelas. Usaha kecil itu nantinya bisa tumbuh dan mandiri. Dengan begitu, para penerima bantuan tak lagi menambah statistik pengangguran yang sudah ada. “Awalnya memang dari kecil, tapi didorong supaya ada kemandirian,” imbuhnya. “Tujuannya apa? Supaya tidak menambah angka pengangguran.”
Artikel Terkait
Denise Chariesta Umumkan Rencana Bayi Tabung sebagai Single Parent
Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87%, Lampaui Capaian Jatim dan Nasional
Portal Pandemi Masih Tertutup, Warga dan Siswa di Rungkut Menanggal Kesulitan Akses
Presiden Prabowo Tegaskan Batas Defisit APBN 3% Tak Akan Diubah