Pekanbaru - Suasana di kantor Polda Riau, Selasa (3/3) lalu, tegang. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tak bisa menyembunyikan amarahnya. Di depan puluhan awak media, dia menyoroti kasus mengerikan: seekor Gajah Sumatera ditemukan mati dengan kondisi dimutilasi, kepalanya hilang.
"Praktik brutal dan ilegal ini sangat kami sesalkan," tegas Raja Juli, suaranya terdengar bergetar.
Dia geram. Bagaimana tidak, Gajah Sumatera adalah satwa yang statusnya dilindungi penuh. Tapi lebih dari itu, ada alasan lain yang membuat kasus ini terasa begitu personal.
"Kita mengetahui bahwa Gajah Sumatera itu satwa yang paling disayangi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Menurutnya, ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Ini kejahatan yang terencana.
Di sisi lain, upaya aparat ternyata cukup signifikan. Polisi berhasil mengidentifikasi jaringan pelakunya. Hingga saat konferensi pers digelar, sudah 15 orang ditetapkan sebagai tersangka. Delapan di antaranya beroperasi di Riau, sementara tujuh lainnya merupakan jaringan luar daerah. Masih ada tiga orang lagi yang masuk DPO, terus diburu.
Peran mereka beragam. Ada yang jadi perantara perdagangan gading, pemodal, sampai penadah. Jaringannya ternyata luas.
Artikel Terkait
Roy Suryo Tegaskan Pernyataan RHS di Video adalah Sikap Pribadi, Bukan Wakili Penulis Jokowis White Paper
Jerman Evakuasi Diplomat dari Irak Menyusul Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel
Korlantas Andalkan Teknologi Digital untuk Atur Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2026
Arteta: Arsenal Layak Bawa Pulang Kemenangan dari Markas Leverkusen