Pekanbaru - Suasana di kantor Polda Riau, Selasa (3/3) lalu, tegang. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tak bisa menyembunyikan amarahnya. Di depan puluhan awak media, dia menyoroti kasus mengerikan: seekor Gajah Sumatera ditemukan mati dengan kondisi dimutilasi, kepalanya hilang.
"Praktik brutal dan ilegal ini sangat kami sesalkan," tegas Raja Juli, suaranya terdengar bergetar.
Dia geram. Bagaimana tidak, Gajah Sumatera adalah satwa yang statusnya dilindungi penuh. Tapi lebih dari itu, ada alasan lain yang membuat kasus ini terasa begitu personal.
"Kita mengetahui bahwa Gajah Sumatera itu satwa yang paling disayangi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Menurutnya, ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Ini kejahatan yang terencana.
Di sisi lain, upaya aparat ternyata cukup signifikan. Polisi berhasil mengidentifikasi jaringan pelakunya. Hingga saat konferensi pers digelar, sudah 15 orang ditetapkan sebagai tersangka. Delapan di antaranya beroperasi di Riau, sementara tujuh lainnya merupakan jaringan luar daerah. Masih ada tiga orang lagi yang masuk DPO, terus diburu.
Peran mereka beragam. Ada yang jadi perantara perdagangan gading, pemodal, sampai penadah. Jaringannya ternyata luas.
Raja Juli, yang juga Sekjen PSI itu, mengapresiasi kerja cepat polisi. "Saya bersyukur," katanya. Dia menilai langkah ini bukti negara tidak tinggal diam. Negara hadir untuk melindungi satwa liar dari tangan-tangan jahat.
Sebagai bentuk terima kasih, Kementerian Kehutanan akan memberikan penghargaan khusus kepada jajaran Polda Riau. Tapi apresiasi itu dibarengi peringatan keras.
"Saya mengimbau sekaligus berharap agar kejadian brutal dan kriminalitas ini menjadi yang terakhir," tegasnya. "Kalau dibaca di undang-undang, hukumannya tidak ringan."
Ancaman hukumannya memang serius. Para tersangka dijerat dengan Pasal 40A UU Nomor 32 Tahun 2024 tentang KSDAE. Ancaman maksimalnya penjara 15 tahun plus denda Rp 5 miliar. Ditambah lagi dengan pasal-pasal dalam KUHP baru, yang bisa menambah masa tahanan.
Konferensi pers itu dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi. Mulai dari Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, Plt Gubernur Riau SF Haryanto, hingga Pangdam dan Kajati setempat. Kehadiran mereka menunjukkan betapa seriusnya negara menangani kasus ini.
Pesan Menhut terakhir jelas: jangan main-main dengan satwa dilindungi. "Saya berharap kejadian ini menjadi kejadian terakhir," pungkas Raja Juli. Harapan yang terdengar seperti doa, sekaligus peringatan terakhir bagi siapa saja yang berniat mengulangi perbuatan keji tersebut.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Melonguane dari Kedalaman 215 Kilometer
Megawati Soroti Venezuela dan Serangan AS-Israel ke Iran, Serukan Relevansi Dasa Sila Bandung
JK Bantah Tudingan Danai Kasus Ijazah Jokowi, Klaim Dirinya Pengantar ke Kursi Presiden
Arema FC Taklukkan Persis Solo 2-0 di Kanjuruhan Berkat Dua Gol Gabriel Silva