Enam Nelayan Indonesia Akhirnya Pulang Usai Terdampar di Perairan Timor Leste

- Kamis, 08 Januari 2026 | 14:25 WIB
Enam Nelayan Indonesia Akhirnya Pulang Usai Terdampar di Perairan Timor Leste

Enam Nelayan yang Terdampar di Timor Leste Akhirnya Pulang ke Indonesia

Lewat proses yang cukup panjang, akhirnya keenam nelayan Indonesia itu bisa menginjakkan kaki kembali di tanah air. Mereka adalah Anak Buah Kapal (ABK) dari KM Triasmo Sejahtera yang sebelumnya terdampar di perairan Timor Leste. Pemulangan mereka difasilitasi oleh Bakamla RI, tepatnya melalui Stasiun Bakamla Kupang.

Acara serah terima resmi digelar di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Atambua, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (7/1/2026) lalu. Di sana, Kepala Stasiun Bakamla Kupang, Mayor Bakamla Yeanry M. Olang, secara langsung menerima para nelayan dari perwakilan KBRI Dili. Prosesnya ditandai dengan penandatanganan berita acara.

Tak sendirian, momen itu disaksikan oleh sejumlah pihak. Mulai dari Kepala PLBN Motaain, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan NTT untuk beberapa kabupaten, sampai unsur Imigrasi dan instansi terkait lainnya. Suasana di perbatasan itu terasa khidmat, sekaligus melegakan.

Lantas, bagaimana cerita awalnya?

Menurut keterangan Minister Counsellor KBRI Dili, Nugroho Yuwono Aribhino, semuanya berawal dari laporan yang diterima pada 3 Januari 2026. Otoritas migas Timor Leste (ANP) memberitahukan bahwa ada enam nelayan WNI yang terdampar di kawasan eksplorasi Bayu Undan, di area Timor Gap.

Rupanya, kapal mereka mengalami kerusakan mesin saat dalam perjalanan melaut. Terombang-ambinglah mereka di laut lepas selama beberapa hari dengan persediaan logistik yang semakin menipis. Situasinya cukup mencemaskan.

Namun begitu, harapan muncul ketika mereka melihat anjungan migas Bayu Undan. Sinyal darurat berhasil mereka berikan, dan akhirnya dievakuasi oleh kapal MMA Coral milik perusahaan Santos. Nasib sial masih mengikuti: kapal nelayan yang sempat ditarik itu akhirnya tenggelam diterpa cuaca buruk. Setelah itu, keenam ABK dibawa ke Dili dan ditampung di shelter KBRI. Seluruh kebutuhan dasar mereka, mulai dari kesehatan sampai urusan administrasi pemulangan, difasilitasi oleh KBRI Dili.

Di sisi lain, Bakamla Kupang sudah sejak lama mencari kabar mereka.

Mayor Yeanry mengungkapkan, laporan kehilangan kontak dengan KM Triasmo Sejahtera telah diterima sejak 29 Desember 2025. “Sejak saat itu, kami langsung berkoordinasi intens dengan Kantor SAR Kupang, keluarga nelayan, dan instansi lain,” jelasnya. Upaya pencarian dan koordinasi terus berjalan, hingga akhirnya datang kabar baik bahwa para ABK berada di Timor Leste.

Bakamla RI pun segera bergerak. Koordinasi berjenjang dilakukan sesuai arahan pimpinan, mulai dari Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah, hingga Kepala Zona Bakamla Timur, Laksma TNI I Putu Darjatna.

“Puji syukur, keenam ABK berhasil ditemukan dalam kondisi sehat dan dapat dipulangkan ke tanah air,” ujar Mayor Yeanry.

Dia menambahkan, “Ini merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi warga negara Indonesia, khususnya para nelayan.”

Usai proses di perbatasan, keenam nelayan itu dibawa ke kantor Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. Di sanalah mereka akhirnya diserahkan kepada keluarga yang sudah menunggu. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan tertib.

Bakamla juga tak lupa mengingatkan. Para nelayan diimbau untuk selalu memeriksa kesiapan kapal, kelengkapan dokumen, serta alat navigasi dan komunikasi sebelum berlayar. Langkah sederhana ini bisa meminimalisir risiko dan mempermudah penanganan jika terjadi hal-hal darurat di laut.

Keenam nelayan yang berhasil dipulangkan tersebut adalah Erfan Agus (sebagai Nahkoda), Alfurkan Kapitan Lamahala, Juslan Tungga, Kamaruddin, Muhaimin Abas, dan Nawwir Gazali. Perjalanan panjang mereka akhirnya berujung di pelukan keluarga.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar