Gelombang Panas Lebih Awal, ASEAN Siaga
Cuaca lagi-lagi mau bikin ulah. Kali ini, para ahli meteorologi di kawasan Asia Tenggara mengeluarkan peringatan: musim panas tahun ini bakal datang lebih awal. Dan bukan cuma awal, tapi juga lebih menyengat.
Menurut Pusat Meteorologi ASEAN (ASMC), sejumlah negara di kawasan ini harus bersiap. Periode Maret hingga Mei nanti, suhu diperkirakan bakal melonjak di atas angka rata-rata. Kalau di Indonesia dan Malaysia, angkanya bahkan cukup mengkhawatirkan. Ada kemungkinan 80 sampai 100 persen wilayah di kedua negara itu bakal merasakan panas yang nggak biasa.
“Gelombang panas ini diprediksi muncul pertama kali di Indonesia dan Malaysia,” begitu bunyi laporan ASMC.
Setelah itu, dalam dua bulan ke depan, hawa terik itu diperkirakan akan merambat. Wilayahnya meluas ke sebagian besar daratan Asia Tenggara.
Nah, kalau ngomongin soal wilayah yang paling terpukul, Thailand dan Vietnam utara masuk dalam daftar teratas. Media The South China Morning Post menyebut, kedua wilayah itu bakal merasakan panas terik yang cukup ekstrem. Di sisi lain, ada juga beberapa tempat yang mungkin bernapas lega. Seperti Vietnam tenggara, Kamboja, dan sebagian Filipina. Untuk mereka, suhu diperkirakan masih berkisar di angka normal atau mendekati itu.
Namun begitu, ini baru permulaan. Puncak dari musim kemarau ini sendiri diproyeksikan baru terjadi pada Agustus 2026 mendatang. Saat puncak itu tiba, wilayah seperti Kalimantan dan Sulawesi diperkirakan akan merasakan dampak terparah.
Bahkan setelah puncak lewat, panasnya belum tentu langsung reda. Masuk September nanti, suhu tinggi masih akan bertahan di beberapa kantong wilayah. Sulawesi bagian utara dan timur, plus sebagian Maluku, disebut-sebut masih akan merasakan sisa hawa terik itu.
Jadi, bersiap-siaplah. Dari sekarang, mungkin baiknya mulai menata ulang rencana aktivitas di luar ruangan dan memastikan kecukupan air. Cuaca, tampaknya, lagi nggak mau main-main.
Artikel Terkait
Kakek 103 Tahun Asal Bantul Akan Jadi Calon Jemaah Haji Tertua pada 2026
TikTok GO dan Tokopedia Perkuat Ekosistem Kreatif, Pemerintah Dorong Ekonomi Digital Berbasis Konten
Polisi Dalami SOP Perekrutan Pengemudi Taksi Online Buntut Kecelakaan di Bekasi
Pengurus Pordasi Equestrian DIY Dilantik, Targetkan Dua Emas di PON Mendatang