Tol Sedyatmo Tergenang, Akses ke Bandara Soetta Terganggu

- Minggu, 18 Januari 2026 | 15:50 WIB
Tol Sedyatmo Tergenang, Akses ke Bandara Soetta Terganggu

Banjir Rendam Ruas Tol Sedyatmo ke Bandara Soetta

Hujan deras yang mengguyur Jakarta sore ini bikin ruas Tol Sedyatmo menuju Bandara Soekarno-Hatta terendam banjir. Akibatnya, lalu lintas pun terpaksa dialihkan. Situasinya cukup kacau untuk sementara waktu.

Menurut Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dhanar Dono, kondisi terpantau sejak pukul 2 siang tadi. Di GT Pluit 3, baik jalur A yang menuju Bandara Soetta maupun jalur B ke arah Jakarta, tergenang air setinggi 20 hingga 30 sentimeter. "Jalur B dialihkan arah ke GT Kapuk," jelasnya.

Namun begitu, jalur A masih bisa dilewati kendaraan berukuran besar seperti bus dan truk. Informasi ini dia sampaikan via telepon kepada awak media pada Minggu (18/1/2026).

Tak cuma di situ, off ramp tol di area Rawa Bokor atau Tegal Alur juga ikut kebanjiran. Tapi genangannya lebih dangkal, sekitar 10-15 cm saja. "Masih dapat dilintasi semua jenis kendaraan," tambah Dhanar.

Nah, kalau kita lihat di Tol Ir Wiyoto Wiyono, ada beberapa titik yang cukup parah. Arteri samping GT Ancol Barat dan arteri Off Jembatan Tiga, keduanya terendam 20-30 cm. Lalu, GT Pluit sendiri genangannya sekitar 20 cm.

Untungnya, ada juga titik-titik yang sudah mulai membaik. Misalnya, arteri menjelang GT Podomoro di Jalan Yos Sudarso dan arteri off Bimoli. Keduanya dilaporkan sudah kering dan bebas genangan.

Di sisi lain, kondisi lalu lintas di ruas Cawang menuju Tanjung Priok sudah mulai normal kembali. Kendaraan sudah bisa lewat. Rekayasa lalu lintas yang sebelumnya memberlakukan pengalihan untuk pengendara motor di dalam tol, kini sudah dihentikan.

"Sudah bisa dilalui," ucap Dhanar menegaskan. "Di Tol Wiyoto Wiyono tidak ada rekayasa juga normal, sepeda motor sudah tidak bisa masuk ke dalam tol."

Jadi, buat yang mau ke bandara atau melintas kawasan itu, tetap hati-hati ya. Meski beberapa titik sudah surut, kondisi jalan mungkin masih licin dan perlu ekstra waspada.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar