Banda Aceh – Suasana berbeda terasa di Jalan Garuda setiap sore Ramadan. Kawasan yang biasanya lalu-lalang kendaraan, menjelang maghrib berubah total. Ramai. Riuh. Dipenuhi warga yang berburu takjil untuk berbuka puasa.
Pusat keramaiannya ada di Gampong Baro, Kecamatan Baiturrahman. Puluhan pedagang memadati trotoar, menawarkan beragam hidangan khas bulan puasa. Aromanya berbaur, menggoda setiap orang yang lewat. Mulai dari lemang yang hangat, sambal oen peugaga yang pedas menggigit, sampai mie caluk yang gurih. Tak ketinggalan, aneka kue tradisional dan minuman segar berjajar rapi, siap diserbu pembeli.
Lokasinya yang strategis di jantung kota Banda Aceh jelas jadi daya tarik utama. Ditambah pilihan menunya yang begitu beragam, tak heran jika pasar takjil ini selalu jadi favorit. Warga sepertinya sudah punya ritual sendiri: mampir ke sini sebelum azan berkumandang.
Seperti Andina, salah seorang pengunjung. Ia mengaku hampir tak pernah absen.
"Hampir setiap hari ke sini karena di kota jadi lengkap juga. Beli takjilnya ganti-ganti menu setiap hari. Kayak hari ini beli kentang goreng, jelly, besok beli lauk lainnya," ujarnya sambil menentong beberapa bungkus makanan.
Pemandangan seperti ini memang rutin terulang. Menurut sejumlah saksi, keramaian mulai terasa sejak petang. Warga berdatangan, ada yang jalan kaki, ada juga yang naik motor. Mereka sibuk memilih, menawar, dan akhirnya membawa pulang takjil untuk dinikmati bersama keluarga di rumah. Sebuah tradisi tahunan yang selalu dinanti, menghidupkan suasana Ramadan di Serambi Mekkah.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-Bank Dunia, Sebut Cadangan USD25 Miliar Cukup
Pimpinan MPR Tinjau Kesiapan IKN, Tunggu Arahan Presiden untuk Pemindahan
DPRD DKI Tegaskan Perubahan Kebijakan Sampah, Fokus Beralih ke Pengurangan di Sumber
Gus Ipul Gandeng Dua Kepala Daerah Percepat Sekolah Rakyat untuk Warga Miskin