Sejak ketegangan antara AS, Israel, dan Iran memuncak akhir pekan lalu, ribuan jamaah umrah Indonesia mulai dipulangkan. Data terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyebutkan, sudah 14.796 orang yang berhasil tiba kembali di tanah air. Angka kumulatif ini tercatat mulai 28 Februari lalu.
Proses pemulangan ini tak lepas dari koordinasi intens antara Kemenhaj dan Tim Fungsi Konsuler KJRI Jeddah. Semua berpusat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
M. Ilham Effendy, Staf Teknis Haji di Kantor Urusan Haji Jeddah, memberikan rinciannya. Pada Rabu, 5 Maret 2026 saja, petugas sudah mendampingi dan memantau kepulangan 2.735 jamaah. "Seluruh penerbangan berjalan sesuai jadwal," jelasnya.
"Secara kumulatif jumlah jamaah umrah Indonesia yang telah terpantau kembali ke Tanah Air mencapai 14.796 orang sejak 28 Februari 2026 hingga 5 Maret 2026,"
Keterangan tertulis itu dia sampaikan Jumat (6/3).
Di sisi lain, aktivitas di bandara tak hanya tentang kepergian. Petugas juga memantau kedatangan. Tercatat, dalam periode yang sama, ada 352 jamaah umrah Indonesia yang justru baru tiba di Arab Saudi. Mereka pun langsung mendapatkan pemantauan.
Namun begitu, situasinya tidak sepenuhnya mulus. Sebanyak 158 jamaah lainnya mengalami penundaan penerbangan. Mereka terpaksa tertahan.
"Para jamaah tersebut saat ini berada di dua lokasi, yaitu di Kota Jeddah dan Kota Makkah, menunggu penjadwalan ulang penerbangan sesuai dengan pengaturan maskapai dan penyelenggara perjalanan,"
Ungkap Ilham lebih lanjut.
Untuk mereka yang tertahan ini, pemerintah tak tinggal diam. Koordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan terus digenjot. Tujuannya satu: memastikan penanganan berjalan optimal.
“Kami memastikan seluruh jamaah tetap mendapatkan pendampingan serta pelayanan yang diperlukan hingga dapat kembali ke Tanah Air dengan aman,”
tandasnya menegaskan komitmen itu.
Laporan: Febrina Ratna Iskana
Artikel Terkait
Shin Tae-yong Makin Santer ke Persija, Dua Pemain Asing Ikut Dikaitkan
Polisi Tangkap Ayah dan Anak yang Diduga Bunuh Pedagang Cilok di Cikupa
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman bagi Korupsi di Kemensos
Megawati Syukuri Pencabutan TAP MPRS Soekarno Setelah 56 Tahun Penantian