Asap masih mengepul dari pintu Masjid Abu Bakar As Siddiq ketika para jemaah tiba untuk Salat Subuh, Senin (23/2/2026) lalu. Di bulan Ramadan yang seharusnya penuh ketenangan ini, sebuah serangan terjadi di Tepi Barat. Pemukim Yahudi Israel diduga menjadi pelaku pembakaran dan perusakan tempat ibadah itu.
Kejadiannya berlangsung di antara Kota Sarra dan Tal, dekat Nablus. Menurut laporan kantor berita Palestina, WAFA, aksi itu diawali dengan coretan-coretan rasis di dinding masjid. Bukan cuma itu. Pintu berornamen yang menjadi ciri khas bangunan itu pun dirusak.
Munir Ramdan, warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi, mengaku terkejut bukan main.
“Saya terkejut saat membuka pintu (rumah). Api berkobar, kaca pecah dan pintu rusak,” ujarnya kepada Associated Press, Selasa (24/2/2026).
Untungnya, api bisa dipadamkan dengan cepat. Kerusakan tak meluas ke seluruh bangunan.
Ramdan punya bukti. Rekaman CCTV di sekitarnya menangkap dua orang mendekati masjid. Mereka membawa kaleng cat semprot dan bahan bakar. Beberapa menit kemudian, mereka sudah kabur. Pada dinding, mereka meninggalkan grafiti yang menghina Nabi Muhammad SAW. Ada juga tulisan “balas dendam” dan “harga yang harus dibayar” istilah yang kerap dikaitkan dengan serangan pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes RI untuk Oman dan Yaman
Citigroup Perkuat Tim IT Internal dan AI untuk Kurangi Ketergantungan pada Kontraktor
Jakarta Timur Terapkan WFH untuk ASN, Kecuali Pelayanan Langsung
Bali United Uji Momentum Usai Kemenangan Besar, Arel Siap Hadapi Reunian di Bandung