Di Stadion Kapten I Wayan Dipta yang ramai, Senin lalu, Bali United meraih kemenangan penting. Skor 6-1 atas PSBS Biak bukan sekadar angka, tapi suntikan semangat setelah kekalahan 0-3 dari Persis Solo pekan sebelumnya. Nah, di tengah euforia kemenangan itu, ada satu keputusan taktis pelatih Johnny Jansen yang menarik perhatian: menempatkan Kadek Arel Priyatna, bek muda andalannya, sebagai gelandang bertahan.
Dan ternyata, keputusan itu jitu. Arel tampil taktis, mengatur ritme permainan dari lini tengah dengan cukup tenang. Alih-alih canggung, ia justru terlihat nyaman.
“Soal posisi sebagai gelandang, sebenarnya saya cukup sering main di situ waktu di Timnas U-20. Jadi nggak terlalu banyak adaptasi sih,” ujar Arel.
Pernyataannya itu disampaikan lewat laman resmi liga, Jumat kemarin. Pengalaman di level timnas rupanya jadi bekal berharga untuk peran barunya di klub.
Kemenangan besar ini, menurut Arel, punya arti lebih dari sekadar tiga poin. Ini soal mental. “Saya rasa kemenangan besar atas PSBS sangat penting untuk tim dari segi mindset. Ini jadi modal kami untuk bertandang ke Bandung,” katanya lagi.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu untuk Jaga Kekayaan Negara
Pemerintah Tegas Jaga Rasio Utang di 40% Meski Aturan Izinkan 60%
Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Panjang Haji
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes RI untuk Oman dan Yaman