Bupati Bekasi Diringkus KPK dalam OTT Senyap Jelang Akhir Tahun

- Jumat, 19 Desember 2025 | 17:45 WIB
Bupati Bekasi Diringkus KPK dalam OTT Senyap Jelang Akhir Tahun

Gempar lagi. KPK kembali mengguncang panggung politik daerah dengan menangkap Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan. Aksi ini dilakukan secara senyap, jauh dari sorotan kamera, dan melibatkan sejumlah pihak. Bagaimana sebenarnya kronologi lengkapnya?

Sebenarnya, tanda-tanda keanehan sudah tercium dua hari sebelumnya. Publik mulai bertanya-tanya soal keberadaan sang bupati. Spekulasi pun menguat setelah ia bolos dari sejumlah agenda resmi yang seharusnya dihadirinya. Agenda penting ditinggalkan begitu saja.

Hingga akhirnya, KPK buka suara. Mereka mengonfirmasi bahwa penangkapan itu memang bagian dari OTT. Berikut rangkaian peristiwa yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber.

Operasi Diam-diam di Akhir Tahun

Semuanya berawal dari rentetan operasi KPK pada 17 hingga 18 Desember 2025. Dalam gerakan tertutup itu, Ade Kuswara Kunang resmi diamankan. Menariknya, operasi ini nyaris tak terendus media.

Baru pada Jumat, 19 Desember 2025, terlihat Ade tiba di Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan. Menurut sejumlah saksi, ia masuk lewat jalur belakang, bukan pintu utama. Rupanya, penyidik punya alasan kuat untuk bersikap hati-hati.

"Target lainnya belum berhasil diamankan," begitu kira-kira penjelasan dari sebuah sumber. Kerahasiaan ini menunjukkan betapa rumitnya kasus yang sedang dibongkar. KPK tampaknya ingin memastikan semua pihak terjaring sebelum berita ini meledak.

Tak cuma sang bupati, operasi ini juga menjerat HM Kunang, ayah kandung Ade. Keduanya kini menjalani pemeriksaan intensif di dalam gedung KPK. Penyidik masih mencoba memetakan peran masing-masing dalam konstruksi kasus yang disebut-sebut cukup pelik ini.

Dua Sisi Kasus: Suap dan Pemerasan

Lantas, apa yang diduga? Penyidik menyelidiki dua hal. Pertama, dugaan suap terkait proyek di lingkungan Pemkab Bekasi. Kedua, ada indikasi pemerasan yang melibatkan oknum Kejaksaan.

Nah, yang menarik, pemerasan ini diduga dilakukan lewat sang ayah. Di sisi lain, aliran uang suap proyek juga mengalir. Posisi Ade dalam kasus ini jadi ambigu ia diduga berperan sebagai pemberi sekaligus penerima dalam praktik suap tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi setidaknya 10 orang telah diamankan. "Semua masih diperiksa," katanya. KPK punya waktu satu kali 24 jam untuk menentukan status mereka, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau dibebaskan.

Sebagai langkah pengamanan bukti, KPK juga menyegel beberapa ruangan di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, pada Kamis malam. Ruang kerja Bupati dan kantor Dinas Budaya, Pemuda, dan Olahraga tak bisa diakses. Tujuannya jelas: mengamankan dokumen-dokumen kunci.

Misteri Hilangnya Sang Bupati

Kronologi ini jadi makin menarik dengan hilangnya Ade dua hari sebelum OTT. Menurut laporan, ia tak hadir dalam pertemuan kepala daerah se-Jawa Barat di Cianjur, Rabu lalu. Kamisnya, ia juga absen dari rapat penting di Gedung Sate Bandung.

Bahkan, peresmian Wisata Kawung Tilu di Cikarang Timur yang rencananya ia hadiri, mendadak dibatalkan. Kehilangan kontak ini tentu memicu tanda tanya besar di kalangan awak media.

Setelah berita OTT ramai, Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, angkat bicara. Ia mengaku terakhir kali berbicara dengan Ade dua hari sebelumnya. "Tidak ada tanda-tanda masalah saat itu," ujarnya.

Asep memastikan pemerintahan tetap berjalan. Aktivitas di kantor pemkab terpantau normal, meski suasana sedikit mencekam. Beberapa petugas keamanan terlihat berjaga di sekitar ruangan yang disegel.

Demikianlah lika-liku kasus yang sedang menyita perhatian publik ini. OTT KPK terhadap Bupati Bekasi kembali mengingatkan bahwa pengawasan terhadap kekuasaan tak pernah boleh kendur.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar