Suasana malam di sekitar jembatan BKT, Jakarta Timur, mendadak ricuh Kamis lalu. Seorang pedagang kaki lima menjadi sasaran amukan beberapa orang yang mengaku sebagai 'penguasa wilayah'. Rekaman video yang beredar memperlihatkan aksi itu berakhir dengan korban babak belur, hidungnya berdarah-darah.
Menurut sejumlah saksi, semuanya berawal dari penolakan. Si pedagang enggan menyerahkan jatah Rp 200 ribu yang diminta paksa. Alasannya sederhana: dagangannya baru buka, belum ada penghasilan sama sekali. Penolakan itu dianggap sebagai pembangkangan.
Percekcokan pun tak terhindarkan. Dalam video, suara keras terdengar saling sahut.
"Apa, lu mau nantangin?" hardik salah seorang pelaku, suaranya penuh ancaman.
Kata-kata berubah jadi pukulan. Adu mulut berlanjut jadi pengeroyokan. Disebutkan ada dua pedagang yang menjadi korban. Salah satunya mengalami luka di hidung dan tangannya. Luka di tangan itu didapat saat ia berusaha menangkis serangan pisau yang dibawa pelaku.
Di sisi lain, polisi bergerak cepat. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, lewat akun Instagramnya mengonfirmasi penangkapan.
"Pelaku berinisial SH, warga Kecamatan Duren Sawit berperan meminta uang kebersihan kepada korban dengan disertai ancaman senjata tajam jenis pisau bersama rekannya," jelas Alfian.
Sementara pelaku kedua, SA (36), yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang parkir, melakukan kekerasan secara fisik. Ia menyundul korban hingga hidungnya terluka dan mengucurkan darah.
Kini, kedua pelaku sudah diamankan. Mereka menghadapi proses hukum. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis, 25 Desember, mengusik ketenangan kawasan yang seharusnya ramah bagi para pedagang kecil.
Artikel Terkait
Fadli Zon Ajak Masyarakat Telusuri Sejarah Bangsa Lewat Arsip Filateli
Pemprov DKI Bersihkan Badan Tugu Monas Selama Enam Bulan Demi Perawatan Berkala
Hari Lahir Pancasila: Refleksi Krisis Makna Bernegara di Tengah Korupsi, Intoleransi, dan Melemahnya Etika Publik
BGN Suspensi 8.182 Satuan Gizi Gratis karena Menu Picu Diare hingga Mark Up Anggaran