Suasana malam di sekitar jembatan BKT, Jakarta Timur, mendadak ricuh Kamis lalu. Seorang pedagang kaki lima menjadi sasaran amukan beberapa orang yang mengaku sebagai 'penguasa wilayah'. Rekaman video yang beredar memperlihatkan aksi itu berakhir dengan korban babak belur, hidungnya berdarah-darah.
Menurut sejumlah saksi, semuanya berawal dari penolakan. Si pedagang enggan menyerahkan jatah Rp 200 ribu yang diminta paksa. Alasannya sederhana: dagangannya baru buka, belum ada penghasilan sama sekali. Penolakan itu dianggap sebagai pembangkangan.
Percekcokan pun tak terhindarkan. Dalam video, suara keras terdengar saling sahut.
"Apa, lu mau nantangin?" hardik salah seorang pelaku, suaranya penuh ancaman.
Kata-kata berubah jadi pukulan. Adu mulut berlanjut jadi pengeroyokan. Disebutkan ada dua pedagang yang menjadi korban. Salah satunya mengalami luka di hidung dan tangannya. Luka di tangan itu didapat saat ia berusaha menangkis serangan pisau yang dibawa pelaku.
Artikel Terkait
Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Jakarta Kumpulkan Rp 3,1 Miliar untuk Korban Bencana
TNI Dapat Uang Makan dan Lelah Rp165 Ribu Per Hari Saat Tangani Bencana
Nusakambangan Berubah: Dari Pulau Penjara Menjadi Pusat Pangan dan Ekspor
Kembang Api Tahun Baru Hanguskan Sepuluh Vila Mewah di Uluwatu