Operasi penambangan di Tambang Hengjaya, Morowali, akhirnya berjalan kembali. Ini terjadi setelah Kementerian ESDM menyelesaikan penyelidikan menyeluruh terkait insiden kecelakaan fatal yang sempat menghentikan semua aktivitas di lokasi.
Nickel Industries Ltd, perusahaan yang berafiliasi dengan United Tractors (UNTR), mengonfirmasi kabar ini dalam rilis resminya pada Kamis lalu.
"Operasi penambangan telah dimulai kembali di Tambang Hengjaya, setelah selesainya investigasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),"
Demikian pernyataan manajemen perusahaan.
Kecelakaan yang menimpa seorang pekerja kontrak itu memang langsung disikapi serius. Pihak berwenang turun tangan, investigasi dimulai sejak akhir Maret lalu. Tujuannya jelas: mengungkap akar masalah dan mengevaluasi prosedur keselamatan di area tambang yang sibuk itu.
Nah, dengan rampungnya proses itu, kini giliran manajemen Tambang Hengjaya dan PT Fajar Metal Industry yang bergerak. Mereka berkoordinasi penuh dengan otoritas setempat untuk melanjutkan pekerjaan konstruksi di bagian jalur transmisi ENC lokasi tepat dimana kecelakaan dulu terjadi.
Keberadaan Hengjaya sendiri cukup vital. Tambang ini adalah salah satu aset kunci Nickel Industries di kawasan Morowali, jantungnya industri pengolahan nikel Indonesia. Jadi, kembalinya operasi tentu jadi angin segar.
Di sisi lain, hubungan bisnisnya dengan UNTR juga patut dicatat. United Tractors, raksasa alat berat itu, memegang kepemilikan efektif sebesar 20,1 persen saham di Nickel Industries. Data ini mengacu pada laporan keuangan mereka di tahun 2025.
Jadi, meski duka atas insiden lalu masih terasa, roda industri harus terus berputar. Dengan pengawasan yang diharapkan lebih ketat.
Artikel Terkait
TUGU Gandeng Phintraco Sekuritas sebagai Liquidity Provider, Targetkan Efisiensi Perdagangan Saham
Kadin dan MEDEF Resmikan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis di Tengah Kunjungan Prabowo
Pendapatan Telkom Naik Tipis di Kuartal I-2026, Laba Bersih Justru Anjlok 21,7% Akibat Beban Melonjak
26 Saham Resmi Naik ke Papan Utama BEI per Mei 2026, 15 Lainnya Turun Kelas