Operasi penambangan di Tambang Hengjaya, Morowali, akhirnya berjalan kembali. Ini terjadi setelah Kementerian ESDM menyelesaikan penyelidikan menyeluruh terkait insiden kecelakaan fatal yang sempat menghentikan semua aktivitas di lokasi.
Nickel Industries Ltd, perusahaan yang berafiliasi dengan United Tractors (UNTR), mengonfirmasi kabar ini dalam rilis resminya pada Kamis lalu.
"Operasi penambangan telah dimulai kembali di Tambang Hengjaya, setelah selesainya investigasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),"
Demikian pernyataan manajemen perusahaan.
Kecelakaan yang menimpa seorang pekerja kontrak itu memang langsung disikapi serius. Pihak berwenang turun tangan, investigasi dimulai sejak akhir Maret lalu. Tujuannya jelas: mengungkap akar masalah dan mengevaluasi prosedur keselamatan di area tambang yang sibuk itu.
Artikel Terkait
Saham TRUK Melonjak 24,73% Meski Rugi, WBSA IPO Diserbu Investor
Harga CPO Melemah Meski Stok Turun, Pasar Khawatir Produksi Lampaui Permintaan
BEI Ungkap 9 Emiten dengan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi di Atas 95%
Ekonomi Digital Indonesia Tembus USD 100 Miliar, AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru