Citigroup, raksasa perbankan AS, sedang melakukan gebrakan besar di bidang teknologi. Mereka tak cuma ramai-ramai merekrut software engineer, tapi juga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan secara masif. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan pada kontraktor IT.
Menurut sejumlah sumber internal, langkah ini bagian dari strategi jangka panjang. Perusahaan ingin lebih banyak mengandalkan staf internal, terutama seiring dengan gencarnya investasi mereka pada pengembangan AI. Nantinya, teknologi ini akan diimplementasikan secara konsisten di hampir semua lini pekerjaan.
Lalu, di mana saja AI sudah diterapkan? Saat ini, Citigroup memakainya untuk berbagai proses operasional. Mulai dari onboarding karyawan dan nasabah, prosedur KYC (know your customer), hingga pembaruan perangkat lunak.
Tim Ryan, Head of Technology Citigroup, mengonfirmasi hal ini.
“Kami masih memiliki sistem legacy, tetapi setelah investasi teknologi yang kami lakukan, sekarang kondisinya jauh lebih baik. AI membantu proses migrasi sistem, otomatisasi coding, dan menguji lebih banyak dan lebih cepat,” ujarnya.
Dampaknya cukup signifikan. Ryan memberi contoh konkret: proses onboarding klien yang dulu bisa makan waktu berjam-jam untuk meninjau dokumen, kini bisa diselesaikan hanya dalam 15 menit berkat bantuan AI.
Namun begitu, ada alasan lain yang lebih mendesak di balik keputusan mengurangi kontraktor ini. Citigroup diwajibkan mematuhi ketentuan bank sentral untuk memperketat kontrol manajemen risiko. Bergantung pada tenaga kerja eksternal dinilai kurang ideal dari sisi pengawasan.
Angkanya cukup mencengangkan. Setahun lalu, hampir separuh tenaga kerja IT mereka berasal dari kontraktor. Kini, mereka berambisi menekan angka itu hingga hanya sekitar 20 persen saja.
Maka, rekrutmen besar-besaran pun digelar. Citigroup lebih memilih membangun tim internal yang solid. Saat ini, total karyawan IT mereka sudah mencapai sekitar 50.000 orang, dan jumlah itu kemungkinan akan terus bertambah.
Jadi, langkah Citigroup ini bukan sekadar tren. Ini adalah transformasi mendasar dari mengandalkan jasa luar beralih ke memperkuat tulang punggung teknologi mereka sendiri.
Artikel Terkait
Nico Paz Tolak Kembali ke Real Madrid, Pilih Bertahan di Como
BRI Salurkan 5.000 Hewan Kurban di Momentum Iduladha 2026
Pentagon Revisi Data Korban Operasi Epic Fury: 14 Tentara AS Tewas dalam Konflik dengan Iran
Harga Emas Batangan di Pegadaian Turun saat Iduladha, Antam Terkoreksi ke Rp2,897 Juta per Gram