BRI Peduli Turun Tangan, Perangi Stunting dari Hulu

- Minggu, 25 Januari 2026 | 21:20 WIB
BRI Peduli Turun Tangan, Perangi Stunting dari Hulu

Isu gizi balita dan stunting masih jadi pekerjaan rumah yang berat di Indonesia. Di tengah upaya pemerintah, sejumlah pihak swasta turun tangan. Salah satunya lewat program CSR dari BRI bertajuk 'Cegah Stunting Itu Penting'.

Stunting itu bukan cuma soal anak bertubuh pendek. Dampaknya jauh lebih dalam, menggerogoti kualitas hidup anak di masa depan. Karena itu, penanganannya butuh pendekatan yang komprehensif. BRI, melalui program pedulinya, berupaya mendukung langkah pemerintah dengan menyalurkan bantuan sekaligus edukasi ke berbagai daerah.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan komitmen ini. Baginya, program ini adalah bentuk nyata dukungan korporasi.

"Melalui pelaksanaan kegiatan ini, pencegahan stunting tidak hanya diposisikan sebagai isu kesehatan semata, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas," ungkap Dhanny dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/1/2026).

Ia menambahkan, upaya ini sejalan dengan tujuan global, khususnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 2 tentang 'Tanpa Kelaparan'.

Kegiatan utamanya digelar di beberapa titik, seperti Puskesmas Cilincing di Jakarta Utara dan Pangalengan di Bandung. Waktunya pun dipilih bersamaan dengan peringatan Hari Gizi Nasional, 25 Januari. Ada banyak hal yang dibagikan: paket nutrisi untuk anak, makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, hingga alat-alat ukur seperti timbangan digital dan stadiometer untuk posyandu.

Namun begitu, bantuan material saja tidak cukup. Itu sebabnya program ini juga diperkuat dengan sesi edukasi. Orang tua, ibu hamil, bahkan remaja putri diajak memahami pentingnya gizi dan pola asuh yang baik. Pendekatannya jelas: membangun fondasi pencegahan dari hulu.

Sejak diluncurkan tahun 2022, capaiannya cukup signifikan. Program ini sudah menjangkau ribuan penerima manfaat. Mulai dari orang tua, balita, hingga remaja. Tak kurang dari 130 paket alat antropometri telah disalurkan ke 49 posyandu dan puskesmas, dari Jakarta sampai Manado.

Ambil contoh di Puskesmas Cilincing. Fokusnya pada balita dan ibu hamil di wilayah yang masih punya prevalensi stunting kategori medium. Di sana, puluhan anak sedang dalam proses pemulihan, sementara ratusan lainnya masuk kategori berisiko dan mendapatkan penyuluhan.

Ahli Gizi Puskesmas Cilincing, Masliani Novaria, menyambut baik kolaborasi ini.

"Program 'Cegah Stunting Itu Penting' dari BRI Peduli adalah bentuk kolaborasi lintas instansi dan masyarakat untuk mempercepat penurunan stunting di Kecamatan Cilincing," katanya.

Ia pun berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Tapi lebih dari itu, Masliani berharap sinergi semacam ini terus berlanjut.

"Karena penanganan pencegahan stunting ini tidak bisa hanya digaungkan dan dilaksanakan oleh sektor kesehatan saja. Perlu kolaborasi multipihak untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting," pungkasnya.

Pada akhirnya, seperti harapan Dhanny, semua upaya ini bertujuan membangun peran masyarakat yang lebih kuat. Agar penurunan stunting bisa berkelanjutan, dan anak-anak Indonesia benar-benar menjadi aset masa depan yang sehat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar